Minggu, 26 April 2026

Video

VIDEO -Resmi, Inggris Perbarui Peta Palestina, Hapus Sebutan 'Wilayah yang Diduduki'

Kemlu Inggris menghapus istilah Occupied Palestinian Territories (OPT) atau “Wilayah Palestina yang Diduduki”

|

SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Inggris akhirnya mengambil langkah bersejarah dengan mengakui kedaulatan Negara Palestina. Keputusan ini tidak hanya diumumkan lewat pernyataan politik, tetapi juga diwujudkan dalam pembaruan peta resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris.

Dalam laman resminya, Kemlu Inggris menghapus istilah Occupied Palestinian Territories (OPT) atau “Wilayah Palestina yang Diduduki” yang selama puluhan tahun digunakan untuk menyebut Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kini, kedua wilayah tersebut secara resmi ditandai sebagai “Palestina”.

“Halaman ini telah diperbarui dari ‘Occupied Palestinian Territories’ menjadi ‘Palestina’,” tulis pernyataan resmi Kemlu Inggris sembari mengunggah peta terbaru.

Baca juga: VIDEO - Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina, Israel Kian Terpojok

Pernyataan PM Keir Starmer

Pengakuan ini diumumkan pada Minggu (21/9/2025), sehari sebelum Sidang Umum PBB digelar di New York. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga peluang perdamaian di tengah konflik berkepanjangan.

“Menghadapi kengerian yang semakin meningkat di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara,” ujar Starmer dalam sebuah pernyataan video yang dirilis ke publik.

Israel Murka, Dunia Maya Ramai

Keputusan Inggris sontak memicu reaksi keras dari Israel. Pemerintah Israel menolak pengakuan itu dan menyebutnya sebagai langkah “tidak masuk akal”. Tel Aviv tetap bersikeras bahwa “tidak akan pernah ada negara Palestina”.

Di sisi lain, dunia maya dipenuhi beragam tanggapan. Banyak warganet yang mendukung keputusan Inggris dengan mengunggah peta historis Palestina sebelum wilayahnya dicaplok Israel. Sebagian lainnya menilai keputusan tersebut terlambat, mengingat penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung.

Baca juga: VIDEO Berbalik Lawan Israel, Inggris Akui Negara Palestina Netanyahu Kecewa Berat

Inggris dan Jejak Sejarah Panjang di Palestina

Langkah Inggris ini dinilai memiliki bobot historis tersendiri. Inggris diketahui memainkan peran penting dalam lahirnya negara Israel di tanah Palestina.

Mandat Britania (1920–1948): Setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman, Liga Bangsa-Bangsa memberi Inggris mandat untuk mengelola wilayah Palestina.

Deklarasi Balfour (1917): Inggris menyatakan dukungan atas pembentukan “tanah air nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina, demi memperluas pengaruh dan mendapat dukungan dari komunitas Yahudi internasional.

Imigrasi Yahudi: Kebijakan tersebut mendorong masuknya gelombang besar imigran Yahudi ke Palestina, memicu ketegangan dengan penduduk Arab setempat.

Baca juga: Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina, Israel Murka Kian Terpojok

Akhir Mandat & Lahirnya Israel (1948): Inggris gagal menengahi konflik Yahudi-Arab dan menyerahkan masalah ke PBB. Usulan PBB untuk membagi Palestina menjadi dua negara ditolak Arab, dan pada 14 Mei 1948 Israel berdiri, sementara konflik yang ditinggalkan masih menyala hingga kini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved