Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Serang Pabrik Rudal, Usai Ukraina Tenggelamkan Kapal Perang

Rusia pada Jumat (15/4/2022) menghancurkan pabrik militer di dekat Kyiv yang diakui oleh Ukraina digunakan untuk menenggelamkan kapal perang Moskva

Editor: bakri
Citra satelit © 2022 Maxar Technologies
Kapal perang amfibi Rusia terbakar di Pelabuhan Berdyansk setelah diserang oleh pasukan Ukraina pada 24 Maret 2022. 

ZHULIANY - Rusia pada Jumat (15/4/2022) menghancurkan pabrik militer di dekat Kyiv yang diakui oleh Ukraina digunakan untuk menenggelamkan kapal perang Moskva.

Pabrik dan gedung administrasi di Vizar dekat bandara internasional Zhuliany Kyiv, rusak parah dalam serangan semalam, menurut laporan wartawan AFP di lokasi kejadian yang melihat langsung.

Rusia sebelumnya mengumumkan, telah menggunakan rudal jarak jauh berbasis laut Kalibr untuk menghantam pabrik itu yang menurut produsen senjata negara Ukraina Ukroboronprom memproduksi rudal Neptunus.

"Ada lima tembakan.

Pegawai saya berada di kantor dan terlempar karena ledakan itu," ujar Andrei Sizov (47), pemilik bengkel kayu di dekat pabrik rudal kepada AFP.

Dia yakin Rusia membalas tenggelamnya kapal perang Moskva, yang menurut gubernur wilayah Odessa di selatan Ukraina, Maxim Marchenko, dihantam oleh rudal Neptunus Ukraina pada Rabu (13/4/2022).

Kapal Moskva memimpin angkatan laut Rusia selama tujuh minggu perang Ukraina.

Setelah tenggelam, nasib awaknya tidak diketahui.

Baca juga: Perang Ukraina Mulai Berimbas, Tiga Energi Akan Naik, Pemerintah Dinilai Mencederai Masyarakat

Baca juga: Wakil PM Ukraina Klaim Evakuasi Warga Sipil Mariupol Sudah Disetujui Pasukan Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, ledakan di kapal itu akibat amunisi yang meledak dan kerusakan yang diakibatkannya menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat ditarik ke pelabuhan.

Armada AL Rusia memblokade kota pelabuhan Mariupol yang terkepung, dan para pejabat Rusia mengeklaim bahwa mereka memegang kendali penuh.

Rusia pada Jumat juga memperingatkan konsekuensi yang tidak ditentukan jika Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO.

Kedua negara sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat itu setelah invasi Rusia ke Ukraina.

"Pilihannya terserah pada otoritas Swedia dan Finlandia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Kemunduran Agresi

Di Washington, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa dia tidak dapat memverifikasi versi mana pun, tetapi menekankan bahwa tenggelamnya Moskva merupakan pukulan besar bagi armada Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved