Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional

Perang Ukraina Mulai Berimbas, Tiga Energi Akan Naik, Pemerintah Dinilai Mencederai Masyarakat

Perang Ukraina yang terus berkepanjangan ternyata mulai berimbas ke masyarakat Indonesia, harga tiga energi utama, BBM Pertalite dan Solar, elpiji 3

Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS/HERIANTO
Setelah Pertamina menyuplai 16 KL per hari solar subsidi kepada empat SPBU besar yang ada di Aceh Besar dan Banda Aceh, yaitu SPBU Lamsayen, Jalan Soekarno – Hatta, SPBU Luengbata, SPBU Batoh dan SPBU Mibo, di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya, sudah bebas dari suasana antrean panjang truk angkutan barang dan bus, mini bus dan pikap, serta mobil pribadi. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perang Ukraina yang terus berkepanjangan ternyata mulai berimbas ke masyarakat Indonesia, harga tiga energi utama, BBM Pertalite dan Solar, elpiji 3 kg dan tarif listrik akan naik.

Sanksi AS dan Barat ke Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina juga telah mempengaruhi kebutuhan energi dunia.

Rusia yang dikenal sebagai pemasok utama minyak dan gas ke Uni Eropa dan berbagai belahan dunia telah dilarang mengekspor migas.

Dengan berkurangnya pasokan gas dan minyak ke pasar internasional, telah membuat harga minyak dunia terus merangkak naik di atas 100 dolar AS per barel.

Pemerintah yang masih impor migas, termasuk dari Rusia dinilai tidak mampu lagi menahan gejolak harga minyak dunia.

Tetapi, salah seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga seorang Pengamat Ekonomi Energi.Fahmy Radhy menyesali jika kebijakan itu diterapkan.

Dimana, pemerintah memberikan sinyal harga BBM naik untuk jenis Pertalite dan Solar.

Begitu juga untuk elpiji 3 kilogram, dan tarif listrik.

Warga di Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara mengantre untuk mendapatkan elpiji tabung tiga kilogram.
Warga di Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara mengantre untuk mendapatkan elpiji tabung tiga kilogram. (SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN)

Baca juga: Sanksi AS ke Rusia, Harga Minyak Dunia Melambung, Pemerintah Kembali Rencanakan Kenaikan Pertalite

Saat ini, Pertalite jadi pilihan utama pemilik kendaraan, seusai premium dihapus.

Begitu juga Solar untuk menggerakkan angkutan barang, transportasi umum dan lainnya.

Sehingga, menuai kritik dari berbagai pihak.

Seperti yang dilontarkan Fahmy Radhy yang menilai jika rencana kenaikan harga tersebut direalisasikan, pemerintah mencederai tuntutan mahasiswa terkait penurunan harga BBM saat unjuk rasa 11 April 2022.

Fahmy juga meyakini kenaikan keempat komoditi itu akan menyulut kenaikkan inflasi secara signifikan.

Hal itu akan menyebabkan kenaikkan harga-harga kebutuhan pokok, memperburuk daya beli masyarakat, dan memperberat beban rakyat.

Manajer ULP Lambaro Bapak Arif Rahman Hakim bersama pihak rumah sakit meresmikan penambahan daya baru  ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, Selasa (28/12/2021).
Manajer ULP Lambaro Bapak Arif Rahman Hakim bersama pihak rumah sakit meresmikan penambahan daya baru ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, Selasa (28/12/2021). (For: Serambinews.com)

Baca juga: Mulai 1 Januari 2022, Harga Rokok Akan Naik, Tarif Listrik Juga Naik, Ini Kata Sri Mulyani

"Sungguh sangat ironis, rakyat miskin, yang tidak pernah beli BBM dan elpiji 3 kilogram lantaran tidak memiliki kendaraan bermotor dan kompor gas, harus ikut menanggung beban kenaikan harga kebutuhan pokok," katanya lewat keterangan tertulis, Jumat (15/4/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved