Breaking News:

Berita Aceh Timur

Usai 2 Kali Disomasi YARA, SKK Migas Pertimbangkan Penutupan Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur

Jawaban itu diberikan setelah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atau YARA mengirim somasi kedua. 

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH 

Jawaban itu diberikan setelah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atau YARA mengirim somasi kedua. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau sering disebut SKK Migas akhirnya menjawab somasi YARA

Jawaban itu diberikan setelah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atau YARA mengirim somasi kedua. 

Dalam somasi itu, YARA meminta SKK Migas segera menutup sumur minyak tradisional yang meledak di Blok Perlak, Kecamatan Ranto Perlak, beberapa waktu lalu. 

Pasalnya telah membahayakan keselamatan masyarakat sekitarnya. 

Dalam surat somasi kedua itu, Ketua YARA Safaruddin memberi tenggat waktu kepada para pihak untuk menindaklanjuti somasi itu paling lama hingga 16 April 2022. 

Baca juga: VIDEO Sudah Dua Kali Sumur Minyak Tradisional Terbakar di Alue Punoe

"Jika somasi ini tidak diindahkan, maka kami akan mengambil langkah hukum ke depannya," tegas Safaruddin dalam suratnya yang turut dikirim kepada Menteri ESDM sebagai Ketua Komite Pengawas dari SKK Migas dan Direktur Utama (Dirut) Pertamina EP.

Berselang sehari, SKK Migas langsung menjawab somasi YARA.

Dalam suratnya tertanggal 14 April 2022, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko menjelaskan kegiatan sumur ilegal oleh masyarakat yang mengakibatkan kebakaran dilakukan secara tradisional tanpa adanya izin/persetujuan dari SKK Migas maupun pemerintah.

"Sehingga mungkin dilaksanakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan kerja maupun good engineering practice dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi," ungkap Rudi secara tertulis melalui suratnya.

Sejak terjadi insiden terbakarnya sumur di wilayah Aceh Timur pada 11 Maret 2022, sambung Rudi, SKK Migas telah berkoordinasi dengan BPMA dan PT Pertamina EP serta melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk melakukan pengamanan terhadap lokasi kegiatan sumur ilegal yang mengakibatkan kebakaran.

Bahkan, SKK Migas juga menerima salinan tembusan surat resmi dari Bupati Aceh Timur kepada Field Pertamina EP Rantau tanggal 30 Maret 2021 perihal permohonan penutupan sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Baca juga: Sumur Minyak Terbakar Lagi, Korban Meninggal Jadi Tiga Orang

" SKK Migas bersama BPMA, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pertamina EP dan aparat keamanan di daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan saat ini dalam proses pembahasan opsi pelaksanaan penutupan sumur tersebut, baik secara permanen atau sementara dengan memperhatikan beberapa aspek termasuk aspek sosial," sebutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved