Senin, 27 April 2026

Internasional

Jepang Simpan Rapat-Rapat Kota Kumuh Kamagasaki, Cegah Wisatawan Berkunjung

Mendengar kata kumuh, tentuya identik dengan kotor, berantakan dan tak beraturan. Kawasan kumuh, masih mudah ditemukan di perkotaan Indonesia

Editor: M Nur Pakar
skdesu.com
Kamagasaki, kota kumuh di Jepang yang tidak akan dapat dipantau di Peta Dunia. 

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Mendengar kata kumuh, tentuya identik dengan kotor, berantakan dan tak beraturan.

Kawasan kumuh, masih mudah ditemukan di perkotaan Indonesia, dengan rumah dibuat seadanya.

Pemerintah sudah menggerakkan Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang akan beakhir pada 2022 ini.

Program ini membangun sistem yang terpadu untuk penanganan masyarakat yang berada di kawasah kumuh.

Tetapi lain halnya diJepang, sebuah negara maju yang bersih, tertata rapi, aman, dan serba teratur.

Masyarakat Jepang juga dikenal memiliki budaya disiplin dan etos kerja tinggi, dengan penguasaan teknologi dan industri kreatif.

Karena itu, wajar jika negara yang dijuluki "Negeri Sakura" tersebut menjadi percontohan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Baca juga: Kotaku Aceh Besar Gelar Lokakarya Praktik Baik, Diikuti Puluhan Peserta

Namun demikian, di tengah pesatnya kemajuan negara tersebut, ternyata Jepang memiliki kota kumuh.

Kota tersebut bernama Kamagasaki yang terletak di Osaka Selatan, di wilayah bernama Nishinari-ku.

Dikatakan kumuh karena banyak bangunan tak terawat, sampah berserakan di mana-mana dan Kamagasaki juga menjadi rumah bagi para tunawisma dan pengangguran.

Pada tahun 2008, The Guardian melaporkan, Kamagasaki merupakan rumah bagi sekitar 25.000 pekerja harian yang sebagian besar sudah lanjut usia, sekitar 13.000 di antaranya adalah tunawisma.

The Guardian juga merilis sejumlah foto kondisi orang-orang yang tinggal di perkampungan kumuh tersebut.

Foto tersebut memperlihatkan kontrasnya kehidupan antara Kamagasaki dan kota-kota lain di sekitarnya.

Asal mula Kamagasaki Dikutip dari skdesu.com, Kamagasaki sebenarnya merupakan nama lama yang digunakan sejak tahun 1922 hingga 1966.

Baca juga: Kotaku Banda Aceh Gelar Lokakarya Sosialisasi Hasil Feasibility Business Development Center

Saat ini, nama kota kumuh tersebut berganti menjadi Airin-chiku.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved