Ramadhan
Puasa tapi Tidur Seharian, Hukumnya Bagaimana, Berikut Ulasannya
"Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatganda
"Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatganda
SERAMBINEWS.COM - Puasa Ramadhan tahun telah memasuki hari ke 16 pada Senin (18/4/2022).
Bulan Ramadhan merupakan ladang mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Orang yang tidur sepanjang hari saat puasa Ramadhan, puasanya tetap sah tapi para ulama menghukumi makruh karena tidak sesuai dengan tujuan puasa.
Adapun tujuan puasa yakni meningkatkan ketakwaan pada Allah, dengan memperbanyak beribadah kepada-Nya.
Tak sedikit orang memang termotivasi dengan hadits mengenai banyak tidur di saat berpuasa.
"Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan."
Dijelaskan dalam buku Panduan Ramadhan terbitan Pustaka Muslim, bahwa hadist tersebut merupakan hadist yang dhoif atau lemah.
Baca juga: Belum Punya Anak Perempuan, Arya Saloka Ungkap Cinta untuk Reyna Fara Shakila, Sedih Harus Pisah
Baca juga: Mendagri Luncurkan #GILAsSampah, Safrizal ZA: Timbunan Sampah 9 Juta Ton Per Tahun
Baca juga: VIDEO - Peralatan Rusak Akibat Perang, Teknisi Rusia Perbaiki di Lokasi Perang
Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dhoif (lemah).
Ibnu Rajab menerangkan, "Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan salat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala."
Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.
Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Siti Kasiyati, S. Ag. M. Ag mengatakan tujuan puasa adalah untuk mengharap pahala dengan meraih ridho Allah.
"Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih"
Artinya:
"Barang siapa yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni."
Dalam hadist tersebut dikatakan bahwa orang yang berpuasa jika yang dilakukan penuh keikhlasan, maka dosanya akan diampuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-q111.jpg)