Rabu, 15 April 2026

Internasional

Israel dan Hamas Saling Serang, Iran Kritik Normalisasi Negara Arab dengan Israel

Pertempuran bermula dari sebuah roket yang ditembakkan ke Israel pada Senin dari Gaza, dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-roket Israel

Editor: bakri
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina menyusul demonstrasi menentang pemukiman Yahudi dan mendukung Masjid Al-Aqsa Jerusalem, di jalan utama Desa Beita, Tepi Barat, Jumat (15/4/2022). 

YERUSALEM - Israel dan Hamas saling serang pada Senin (18/4/2022) dan Selasa (19/4/2022) di Jalur Gaza.

Pertempuran bermula dari sebuah roket yang ditembakkan ke Israel pada Senin dari Gaza, dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-roket Israel.

"Sirene terdengar di daerah sekitar Jalur Gaza.

Satu roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel.

Roket itu dicegat oleh Sistem Pertahanan Udara Iron Dome," kata militer Israel dikutip dari AFP.

Belum ada laporan tentang korban jiwa atau luka-luka.

Kemudian, Israel pada Selasa (19/4/2022) pagi melancarkan serangan di Jalur Gaza untuk membalas tembakan roket ditembakkan.

Pesawat Israel menghantam Jalur Gaza selatan, kata saksi mata, sementara sayap bersenjata Hamas mengumumkan bahwa mereka menembaki pesawat Israel.

"Selamat kepada orang-orang perlawanan yang menghadapi jet tempur dengan pertahanan anti-pesawat kami," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem seraya mengeklaim serangan Israel menghantam situs kosong.

Baca juga: Roket Diduga dari Hamas Jatuh ke Laut Dekat Tel Aviv, Israel Balas Dengan Serangan Udara ke Gaza

Baca juga: Pasukan Israel Serbu Jenin, Dua Pemuda Palestina Terluka Parah

Para saksi dan sumber keamanan di Jalur Gaza melaporkan, tidak ada korban luka dari serangan itu yang terjadi tak lama setelah sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mencegat tembakan roket dari Gaza ke wilayah Israel.

"Menanggapi serangan ini, jet tempur IDF menyerang situs manufaktur senjata organisasi teroris Hamas di Jalur Gaza," kata tentara Israel.

Serangan roket dan serangan udara balasan terjadi setelah bentrok di Masjid Al Aqsa Yerusalem antara polisi Israel dan warga Palestina yang melukai lebih dari 170 orang, sebagian besar demonstran Palestina.

Bentrok Al Aqsa bertepatan dengan bulan suci Ramadhan untuk umat Muslim dan festival Paskah Yahudi.

Pemerintah Israel pimpinan Naftali Bennett berulang kali menyatakan, pasukan keamanan memiliki kebebasan menangani para demonstran.

Adapun Hamas yang menguasai Gaza pada Minggu (17/4/2022) memperingatkan, "Al Aqsa adalah milik kami dan milik kita sendiri" lalu bersumpah untuk membela hak warga Palestina beribadah di sana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved