Internasional
Israel dan Hamas Saling Serang, Iran Kritik Normalisasi Negara Arab dengan Israel
Pertempuran bermula dari sebuah roket yang ditembakkan ke Israel pada Senin dari Gaza, dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-roket Israel
Pemerintah Iran kembali mengkritik beberapa negara Arab yang melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.
Hal itu disampaikan saat tensi di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem meningkat akibat aksi penggerudukan pasukan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Saeed Khatibzadeh mengungkapkan, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian telah mengirim surat ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait perkembangan situasi di Al Aqsa.
Abdollahian juga melakukan pembicaraan ekstensif dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
“Melanggar kesucian Masjid Al Aqsa dan menyerang jamaah adalah hasil normalisasi yang keterlaluan,” kata Abdollahian kepada Haniyeh, Senin (18/4/2022), dilaporkan laman Middle East Monitor.
Kepada Abdollahian, Haniyeh mengatakan bahwa rakyat Palestina hanya memiliki dua pilihan, yakni menerima Yudaisasi Al Aqsa atau melawan entitas Zionis.
“Rakyat Palestina dan faksi-faksi perlawanan memilih jalan perlawanan,” ujar Haniyeh.
Sementara itu, Otoritas Palestina telah menyerukan warga untuk bergerak dan berkumpul di Masjid Al Aqsa.
Mereka diminta melindungi situs tersuci ketiga milik umat Islam tersebut dari pasukan keamanan Israel.
Pada 2020, Israel berhasil menyepakati normalisasi diplomatik dengan empat negara Muslim, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.
UEA dan Bahrain sudah mengutuk aksi penggerudukan pasukan Israel ke Masjid Al-Aqsa pekan lalu.(kompas.com/republika.co.id)
Baca juga: Presiden Iran Ancam Israel, Serangan Apapun Akan Dibalas, Sampai Kaum Yahudi Tidak Bisa Beristirahat
Baca juga: Bentrokan Kembali Pecah dengan Polisi Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa, 17 Warga Palestina Terluka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bentrokan-Pecah-di-Jerusalem-Palestina.jpg)