Berita Banda Aceh
Di Aceh AHY Dengar Keluhan, Warga: Pak, Balikin Seperti Masa Pak SBY Dulu
"Saya mendengarkan curhat masyarakat di sini, dan itu bukan dibuat-buat ya, memang real. Mereka curhat, pak tolong kami Pak, hidup kami sulit...
Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
"Saya mendengarkan curhat masyarakat di sini, dan itu bukan dibuat-buat ya, memang real. Mereka curhat, pak tolong kami Pak, hidup kami sulit, harga-harga naik. Tolong yang kayak Pak SBY dulu dikembalikan lagi Pak. Itu curhat masyarakat," kata AHY dalam pertemuan singkat dengan Serambi Indonesia kemarin.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) dan istri Annisa Pohan melakukan serangkaian kegiatan selama kunjungan dan safari Ramadhan di Aceh sejak Selasa hingga Rabu (19-20/4/2022).
AHY didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, dan jajaran lainnya, mendatangi sejumlah tempat, seperti pesantren, masjid, dan berjumpa langsung dengan masyarakat saat berburu takjil berbuka puasa.
Kemarin, AHY, istri, dan rombongan, turut datang berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar.
AHY disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf Serambi Indonesia.
Dalam pertemuan dan silaturahmi itu, AHY mengaku banyak mendengar keluhan masyarakat di Aceh terkait kondisi ekonomi saat ini.
Selama dua hari melakukan kunjungan ke Aceh, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hari Murthi Yudhoyono mengaku mendengar banyak keluhan dan curhat masyarakat.
Baca juga: AHY Banyak Mendengar Keluhan dan Curhat Masyarakat Aceh
Rata-rata, masyarakat berkeluh kesah tentang harga kebutuhan bahan pokok seperti minyak goreng, bahan bakar yang harganya terus naik dan sangat membebani masyarakat.
"Saya mendengarkan curhat masyarakat di sini, dan itu bukan dibuat-buat ya, memang real. Mereka curhat, pak tolong kami Pak, hidup kami sulit, harga-harga naik. Tolong yang kayak Pak SBY dulu dikembalikan lagi Pak. Itu curhat masyarakat," kata AHY dalam pertemuan singkat dengan Serambi Indonesia kemarin.
AHY mengaku, sebenarnya lebih suka membicarakan masa depan ketika bertemu dengan masyarakat yang Ia kunjungi di seluruh pelosok negeri ini.
Namun sering sekali Ia diingatkan dengan memori-memori lama, terutama saat orang tuanya, Susilo Bambang Yudhoyono memimpin negara ini.
"Saya lebih senang bicara masa depan, tapi ya kalau jumpa masyarakat yang bicara soal kesulitan hidup saat ini pasti memori lama itu tumbuh lagi," katanya.
Mendengar curahan hati tersebut, AHY berdiskusi banyak dengan masyarakat.
Baca juga: VIDEO Kenakan Batik Bermotif Pinto Aceh, AHY dan Annisa Pohan Berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia
Ia menyampaikan secara partai, dirinya dan segenap kader Partai Demokrat tetap pro kepada rakyat.
Namun, jika ingin adanya perubahan, kata dia, cara satu-satunya harus melalui pemilu.
"Jalannya cuma pemilu, tetap kita punya peluang dan hanya lima tahun sekali, kalau ingin perbaikan mohon doa dan dukungannya. Itu yang kita sampaikan," ujarnya.
Demokrat, sejauh ini, kata AHY, selalu hadir menyatakan secara tegas dukungan kepada rakyat dan menolak semua kebijakan-kebijakan yang tidak pro kepada rakyat.
"Kita selalu merumuskan isu-isu di parlemen, semuanya hanya untuk kepentingan rakyat," kata AHY.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Serambi Indonesia yang telah menyambut dirinya dan istri.
"Terima kasih kami telah disambut luar biasa hari ini di Kantor Serambi Indonesia," tutur AHY.
Baca juga: Baru Pertama Kali ke Aceh, Annisa Pohan Cerita Sering Terima Surat dari AHY Saat Konflik Aceh
AHY mengatakan, dirinya selama ini sangat kerap berkunjung ke Aceh.
Salah satu alasan, kata dia, mengingat betapa eratnya hubungan emosional keluarga besar Partai Demokrat dengan Aceh.
"Terutama ketika Pak SBY selama 10 tahun memimpin negeri ini. Pak SBY juga punya hubungan erat dengan Aceh dalam mewujudkan damai di Aceh. Kemudian saat rekonstruksi dan rehabilitasi, dinobatkan sebagai proses rekon dan rehab paling sukses. Ini penilaian lembaga internasional," katanya.
AHY mengaku, memang sering ditanya kenapa sering ke Aceh.
"Kok sering ke Aceh? Ya bedalah, sejarahnya beda, saya juga pernah bertugas di Aceh, jadi memang hubungannya erat sekali. Saya ingin semakin sering datang ke Aceh," pungkasnya.(*)
Baca juga: VIDEO Wawancara Khusus 30 Menit Bersama AHY