Sosok
Briptu Maissy Deza Utami, Polwan Cantik Asal Aceh yang Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Afrika
Menarikanya, Polwan cantik ini saat ini menjadi salah satu pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika Tengah.
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Mursal Ismail
Menarikanya, Polwan cantik ini saat ini menjadi salah satu pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika Tengah.
Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Namanya Maissy Deza Utami.
Polisi wanita atau Polwan kelahiran dan asal Aceh itu saat ini berpangkat Briptu.
Menarikanya, Polwan cantik ini saat ini menjadi salah satu pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika Tengah.
Briptu Maissy pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 4 Takengon dan pada tahun 2015, ia pernah menjadi duta wisata Kabupaten Aceh Tengah.
Menjadi polisi adalah cita-cita Maissy sejak kecil, orang tua nya pun mendukung sepenuhnya cita-citanya tersebut dan sekarang ia merasa bangga menjadi bagian dari Peacekeeper Polri.
Baca juga: Profil Brigpol Iis Mulya, Polwan Cantik Viral yang Pernah Bertugas di Afrika, Ini Potretnya
"Menjadi salah satu Peacekeeper Polri adalah salah satu pencapaian terbesar saya selama menjalankan dinas di kepolisian Republik Indonesia," kata Maissy via WhatsApp.
Ada 140 orang dari Polda seluruh Indonesia yang dipercaya bertugas selama setahun sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB.
Sebanyak 18 di antaranya Polwan, termasuk Briptu Maissy Deza Utami dari Mako Brimob Kelapa 2 Depok.
Saat ini ia telah delapan bulan bertugas di Afrika Tengah, terhitung dari bulan September 2021 hingga Oktober 2022.
Ia mengungkapkan, suatu hal yang luar biasa menjadi penjaga perdamaian dan banyak pelajaran serta pengalaman yang ia dapatkan.
Baca juga: VIDEO - CANTIK & Sukses tak Disangka Pengusaha Sukses Ini Dulunya Mantan Bidan Rumah Sakit
"Banyak pelajaran dan pengalaman baru yang saya dapat dengan menjadi seorang Peacekeepers, salah satunya adalah bisa mempelajari tentang negara Afrika Tengah.
Khususnya Kota Bangui. Mulai dari segi ekonomi, politik, sosial budaya masyarakat setempat," ungkap Polwan kelahiran 12 mei 1998 tersebut.
Sebelum diberangkatkan ke Afrika, Maissy serta teman-temannya diberi bekal oleh pihak Divisi Hubungan Internasional atau disebut juga Pre Deploy Training (DPT).