Sosok
Briptu Maissy Deza Utami, Polwan Cantik Asal Aceh yang Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Afrika
Menarikanya, Polwan cantik ini saat ini menjadi salah satu pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika Tengah.
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Mursal Ismail
Pelatihan ini di pusat pelatihan misi internasional Polri, Serpong, Tanggerang Selatan.
"PDT sendiri terdiri atas 3 tahap, tahap 1 yaitu tahapan pengenanlan organisasi UN, sturktur UN, mandate UN yang akan di laksanakan, dan pendalaman bahasa Prancis.
Baca juga: Terungkap, Wanita Cantik Ini Jadi Pemicu Kasatpol PP Makassar Gelap Mata & Nekat Bunuh Orang
Tahap 2 hanya di ikuti oleh peleton berkemampuan khusus seperti SWAT (Special Weapon And Tactic) dan Peleton Support serta Charlie yang didalam nya terdapat personel yang memiliki kemampuan mekanik, kesehatan, dan bahasa.
Tahap 3 diikuti oleh semua personel Peacekeepers karena pada tahapan ini akan dibekali latihan Check Point, Tactical Progression, Escort, PHH (Penanggulangan Huru Hara) sesuai dengan standart UN," jelas Maissy.
Selesai melaksanakan PDT selama kurang lebih 6 bulan, mereka selanjutnya melaksanakan pembulatan di Tegal Mas, Lampung, selama 5 hari dan kemudian di tutup dengan upacara pembaretan yang menandakan bahwa mereka sudah sah menjadi seorang Peackeepers.
Saat pertama kali menginjakan kaki di Afrika, tepatnya di M'poko Internasional Airport rasa syukur adalah kata pertama yang ia ucapkan karena cita-cita yang ia impikan telah terwujud.
"Pertama kali menginjakkan kaki di Afrika yang terucap pertama kali syukur Alhamdulillah karena akhirnya cita-cita yang selama ini diharapkan tercapai.
Ada rasa enggak percaya dan haru setelah melewatin proses PDT yang tidak mudah tentunya" kata Maissy.
Saat tiba di sana, yang langsung terlintas di benaknya di benaknya ialah panasnya dataran Afrika Tengah.
"Yang dirasain pastinya panas yang luar biasa, langsung terlintas ya Allah ternyata panas sekali afrika ini hahahaha," ucap Maissy via WhatsApp sambil tertawa mengingat momen tersebut.
Untuk situasi Kota Bangui tempat ia bertugas, Maissy ngatakan relatif aman, namun unpredictable.
Oleh karena itu, setiap anggota UN yang bertugas tetap harus berhati-hati dalam melaksanakan tugas rutin, seperti patroli dan beberapa pengawalan yang menjadi task order. (*)