Breaking News:

Bincang Serambi Ramadhan

Apakah Sah Puasa Tanpa Shalat dan Zakat Fitrah? Simak Penjelasan Tgk Syahminan

Kendati tidak membatalkan puasa, meninggalkan shalat baik di bulan Ramadhan maupun diluar Ramadhan adalah suatu dosa besar dan sangat rugi baginya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
SERAMBI/IST
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Tgk H Syahminan Abdul Manaf SAg 

Kendati tidak membatalkan puasa, meninggalkan shalat baik di bulan Ramadhan maupun diluar Ramadhan adalah suatu dosa besar dan sangat rugi baginya.

SERAMBINEWS.COM - Shalat, puasa, dan zakat adalah serangkaian dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.

Pelaksanaan ibadah seperti berpuasa tetapi tidak melakukan shalat wajib maka puasanya tetap dianggap sah.

Hal itu, dikarenakan ibadah shalat adalah ibadah tersendiri dan ibadah puasa juga ibadah tersendiri.

"Maka kalau shalat lalu tidak puasa maka shalatnya tetap sah.

Begitu pula kalau puasa lalu tidak shalat maka tetap sah puasanya," kata pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Tgk H Syahminan Abdul Manaf SAg.

Baca juga: Lima Perbuatan Dapat Menghilangkan Amalan Puasa, Simak Penjelasan Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu

Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa dalam Keadaan Berjunub? Simak Penjelasan Tgk Salman dalam Serambi Ramadhan

Kendati tidak membatalkan puasa, meninggalkan shalat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan adalah suatu dosa besar dan sangat rugi baginya.

Karena, kata Tgk Syahminan, ibadah yang pertama diperiksa di akhirat kelak adalah ibadah shalat dari orang tersebut, kemudian disusul ibadah yang lain.

“Maka pahala puasa akan diperoleh jika shalatnya sudah diproses. Seharusnya kita memuliakan Ramadhan dan menghidupkan Ramadhan dengan ibadah terutama ibadah wajib," katanya.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, disebutkan bahwa shalat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak.

Sementara dalam hadis lain juga dikatakan bahwa ‘pembeda antara hamba (mukmin) dan kafir ialah meninggalkan shalat’ (HR Ibnu Majah).

Adapun Zakat fitrah merupakan ketentuan secara khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW diwajibkan pada tahun kedua dari hijrahnya.

Baca juga: Waktu Mustajabah, Adab, dan Doa Pilihan Selama Ramadhan, Simak Penjelasan Tgk Edi Syuhada

Tgk Syahminan mengatakan, zakat fitrah menjadi ibadah penyempurna puasa Ramadhan.

“Dapat dipahami bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan masih tergantung di langit, dan belum diterima oleh Allah SWT sampai (ia) mengeluarkan kewajiban zakat fitrah,” terangnya.

Zakat fitrah, menjadi penutup kekurangan puasa manusia dengan segala kecerobohan dan kesalahannya yang terkadang tidak disadari.

“Mereka tidak sadar bahwa dengan tindakan tersebut menjadikan hilang pahalanya. Padahal, puasa merupakan salah satu ibadah yang harus dipelihara baik-baik, menjaga diri dari hal-hal yang tidak berfaedah, dan menjauhi dari setiap sesuatu yang merusak pahala puasa karena semua itu bisa mengotori puasa dan akan memberikan dampak kurang sempurna terhadapnya,” ujar Tgk Syahminan.

Selain ibadah wajib, Tgk Syahminan mengatakan bahwa zakat fitrah sebagai pembersih jiwa.

“Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengeluarkan zakat fitrah tak hanya untuk membersihkan jiwa dari kekurangann yang dilakukan saat puasa. Lebih dari itu, zakat fitrah juga menjadi penyebab tertolongnya orang fakir-miskin dari meminta-minta pada malam dan Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya. ( Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BINCANG SERAMBI RAMADHAN

RAMADHAN 2022

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved