Breaking News:

Terjerat Utang, Sri Lanka Tak Bisa Cetak Uang Lagi, Kini Alami Krisis Pangan dan Energi

Sri Lanka tengah menghadapi masalah serius yaitu krisis ekonomi dengan pemadaman bergilir dan kekurangan pangan, bahan bakar dan kekurangan kertas.

Editor: Amirullah
AP PHOTO/ERANGA JAYAWARDENA
Anggota partai politik oposisi Sri Lanka National People's Power meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah selama demonstrasi di Kolombo, Sri Lanka, Selasa, 19 April 2022. 

SERAMBINEWS.COM - Sri Lanka dalam masalah serius setelah terjerat utang hingga tak sanggup membayarnya.

Kini  Sri Lanka tengah menghadapi masalah krisis ekonomi dengan pemadaman bergilir dan kekurangan pangan, bahan bakar dan kekurangan kertas.

Kekurangan kertas ini terjadi karena mereka sudah kekurangan hutan sumber daya kayu dan kertas.

Mereka benar-benar kehabisan uang.

Melansir SCMP, Sri Lanka sudah pusing karena punya utang miliaran ke Beijing, tapi mereka kini harus mencari sumber utang lagi dari China, India, dan IMF dengan krisis ekonomi makin berkembang ke arah spiral.

Pundi-pundi negara itu kini tengah kosong, dan pemerintah tidak punya uang membayar bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan pembangkit listrik mereka.

Baca juga: Inilah NII, Organisasi Terlarang yang Ingin Lengserkan Pemerintahan Jokowi, Sudah Berdiri Sejak 1949

Akhirnya pemadaman terjadwal pun dilaksanakan.

Sri Lanka juga tidak punya uang untuk membayar bahan bakar, gas untuk memasak, obat-obatan dan makanan impor.

Keluarga Jayasinghe yang tinggal di Colombo jadi salah satu yang mengalami kesulitan ini, dengan Selasa lalu mereka mengalami mati listrik selama enam jam.

Tavish Jayasinghe, seorang akuntan, awalnya berniat membeli BBM untuk motornya, tapi ia mengurungkan niat melihat antrian mengular di SPBU.

"Aku perlu BBM untuk motorku tapi melihat antrian di SPBU yang tampaknya seperti selamanya, aku memutuskan tak perlu mengorbankan terkena paparan matahari dan tetap di rumah saja," ujarnya.

Keputusannya bijak, karena pada hari Minggu dua pria berusia 70 tahun meninggal dunia sementara mengantri selama 4 jam untuk BBM saja.

Minggu ini, pemerintah memerintahkan para tentara membantu membagikan bahan bakar di SPBU negara, Ceylon Petroleum Corporation, saat 10.000 warga mengalami antrian itu.

Pasokan bahan bakar mentah akan habis.

Inflasi meningkat 15 %

 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Banyak Utang, Sri Lanka Sampai Tak Bisa Cetak Uang Lagi hingga Alami Krisis Pangan dan Energi

Baca juga: Inilah NII, Organisasi Terlarang yang Ingin Lengserkan Pemerintahan Jokowi, Sudah Berdiri Sejak 1949

Baca juga: Serah-Terima Zakat Fitrah, Apa Boleh Diwakilkan Anak atau Istri? Simak Penjelasan Ustad Abdul Somad

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut Pembelian BBM Dibatasi, Motor 4 Liter Mobil 19,5 Liter

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved