Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Besar

Mendesain Rempah ke Kain Bordir

Melestarikan sejarah dan mengaplikasi kejayaaan Aceh dengan rempahnya di masa lampau, Owner Vinnel Galery dan Vinnel School of Fashion

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI FM/ARDI
Owner Vinnel Galery dan Vinnel Shool of Fashion, Nelisma Amin AMd (kiri), dan Dosen Prodi Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik USK, Dr Ir Izziah MSc, menjadi narasumber talkshow interaktif dengan Tema "Peluang Desain Berbasis Rempah Aceh" Bersama Biro Isra Setda Aceh, Rabu, (27/4/2022). Talkshow itu Dipandu oleh Host Iska Novita. 

BANDA ACEH - Melestarikan sejarah dan mengaplikasi kejayaaan Aceh dengan rempahnya di masa lampau, Owner Vinnel Galery dan Vinnel School of Fashion, Nelisma Amin AMd, mengaplikasikannya ke dalam kain bordir.

Mendesain rempah-rempah ke dalam kain bordir itupun mendapat respons dan sambutan yang positif dan begitu hangat di pasaran.

Hal tersebut diungkap dalam talkshow interaktif rangkaian jalur rempah Aceh sebagai Warisan Budaya Dunia bersama Biro Isra Setda Aceh, Rabu (27/4/2022) sore, di Radio Serambi FM.

Talkshow yang mengangkat tema, "Peluang Design Berbasis Rempah Aceh" yang dipandu Iska Novita itu juga menghadirkan Dosen Prodi Arsistektur, Jurusan Arsisterktur dan Perencanaan Fakultas Teknik USK, Dr Ir Izziah MSc.

Menurut Nelisma, rempah-rempah Aceh yang diaplikasikan ke kain bordir tersebut di antaranya cengkeh, dimana cengkeh merupakan salah satu andalan rempah di masa lalu.

Bukan hanya mendesign rempah ke dalam kain bordir, tetapi tujuan mendesign rempah ke kain bordir untuk menunjukkan kejayaan Aceh di masa lampau.

"Rempah di kain bordir itu menceritakan Aceh di masa lampau.

Saya mulai mendesainer tahun 1992.

Baca juga: 1.681 Orang Petugas Kebersihan Hingga Jukir Terima Kain Sarung dari Pemko Langsa

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Penuhi Janji, Serahkan 20 Mesin Jahit Modern ke Pengrajin Bordir

Pada Awalnya bukan di Aceh, tetapi begitu balik ke Aceh tahun 2010, saya iseng, mendesign rempah ke dalam kain bordir," sebutnya.

Lalu, melihat ketertarikan etnik Aceh, unik dan sangat menarik, sehingga Nelisma pun mulai fokus mendesain rempah Aceh ke dalam kain bordir.

"Selain cengkeh ada 54 kontens rempah lainnya yang selama ini kamI sertakan ke dalam kain bordir.

Aceh di masa lampau harus kita akui sangat-sangat luar biasa dari segi rempah-rempahnya," pungkasnga.

Sementara itu Dosen Prodi Arsistektur, Jurusan Arsisterktur dan Perencanaan Fakultas Teknik USK, Dr Ir Izziah MSc mengungkapkan kejayaan Aceh di masa lampau bisa dilihat dari bentuk bangunannya.

Bahkan tidak sedikit batu nisam dan rempah seperti lada sigupai yanh dikirim ke Turki.

"Hubungan Kerajaan Aceh dan Kerajaan Turki di masa lalu cukup erat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved