Berita Banda Aceh
31 Orang Meninggal Dunia Selama Mudik di Aceh, Jangan Paksakan Mengemudi Bila Ngantuk
Jangan Paksakan Mengemudi Bila Ngantuk. 31 Orang Meninggal Dunia Selama Mudik di Aceh
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Jangan paksakan diri mengemudi mobil, kalau tubuh dan mata sudah terasa lelah dan ngantuk berat
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani menyatakan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik dan arus balik mudik Lebaran Idhul Fitri 1443 Hijjriah di Aceh, mulai 25 April sampai 5 Mei 2022, berjumlah 78 kasus.
Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 31 orang, luka berat 5 orang dan luka ringan 118 orang.
Sedangkan kerugian material diperikarakan sekitar Rp 113 juta lebih.
“Kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik lebaran tahun ini, paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten Bireuen sebayak 13 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 22 orang,” ungkap Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani kepada Serambinews.com, Jumat (6/5/2022) di Banda Aceh.
Dicky menjelaskan, ada bebarapa faktor yang mempengaruhi tingginya kasus kecelakaan lalu lintas dalam masa mudik dan arus balik mudik lebaran tahun ini, di wilayah Aceh.
Berdasarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi, Dirlantas Polda Aceh, telah memetakan faktor-fraktor penyebabnya.
Baca juga: Selama Mudik Lebaran, Jasa Raharja Sudah Serahkan Santunan Kecelakaan hingga Rp 55,4 Miliar
Salah satunya adalah faktor manusia. Hal ini dianggap menjadi faktor paling rawan terjadi kecelakaan.
Karena kurang disiplinnya para pengendara kenderaan bermotor dan tidak patuh pada rambu-rambu dan peraturan lalu lintas.
Selanjutnya kondisi kelelahan yang dialami pengemudi.
Untuk mengatasi kelelahan pengemudi, Dirlantas Polda Aceh bersama jajaran dibawahnya Polres dan instansi terkait lainnya, telah menggelar pos-pos pelayanan untuk para pengemudi.
Kepada pemudi yang telah merasakan kelelahan dan rasa ngantuk berat, untuk istrahat sejenak di pos-pos layanan para pengemudi.
Ini berguna menghilangkan rasa ngantuk, capek, lelah, letih, lemah dan jenuh dalam mengemudi.
Pos-pos layanan mudik itu, kata Dicky Sondany, memang banyak dimanfaatkan para pengemudi yang merasa ngantuk dan lelah mengemudi, untuk beristrahat sejenak di pos layanan pengemudi yang dibuka di sejumlah jalan nasional.
Tapi banyak juga para sopir yang tidak memanfaatkan pos-pos layanan tersebut sebagai tempat istrahatnya menghilangkan rasa ngantuk dan lelah serta capek mengemudi.
Baca juga: Pria Bireuen Ditemukan Meninggal di Masjid Jamik Baitussalihin Ulee Kareng, Ini Penjelasan Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/operasi-lilin-889uyio.jpg)