Jurnalisme Warga
Meriahnya Idulfitri di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh
Kombinasi arsitekturnya begitu indah dan membentuk satu struktur kemegahan sehingga menjadikan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh
OLEH MUKHSINUDDIN, Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Meulaboh, Aceh Barat
MASJID Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh (Barsela).
Masjid ini terletak di Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang memiliki perpaduan arsitektur antara gaya Timur Tengah, India, dan Aceh.
Memiliki lima kubah luar setinggi 40 meter ditambah dua menara besar yang tingginya mencapai 120 meter.
Masjid ini terdiri dari dua menara dan tujuh kubah dengan ukuran yang berbeda.
Kombinasi arsitekturnya begitu indah dan membentuk satu struktur kemegahan sehingga menjadikan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh ini masuk ke dalam 100 Masjid Terindah di Indonesia.
Kisah tentang ini ditulis di dalam buku setebal 209 halaman oleh Teddy Tjokrosaputro & Aryananda yang diterbitkan oleh PT Andalan Media pada Agustus 2011.
Masjid Agung yang berdiri megah ini memiliki perpaduan warna yang menarik, yakni cokelat cerah dan putih.
Terletak di Jalan Imam Bonjol Meulaboh, masjid ini merupakan salah satu ikon terkemuka Kota Meulaboh dan Aceh pada umumnya.
Nama Meulaboh merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Barat sebagai tempat lahirnya salah satu pahlawan nasional yang bernama “Teuku Umar Johan Pahlawan” yang heroisme dan jasanya terhadap bangsa terus dikenang sepanjang masa.
Baca juga: Ramadhan di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Pelintas Bisa Nikmati Gratis Makanan Berbuka
Baca juga: Shalat Id dan Perayaan Idul Fitri di Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Berlangsung Damai dan Meriah
Masjid Agung Baitul makmur ini didirikan di tanah seluas 5,2 hektare dengan luas bangunan 3.500 persegi.
Masjid Agung ini mempunyai gerbang utama seperti monumen indah serta mempunyai seni tersendiri dari segi arsitekturnya.
Masjid dengan tujuh kubah dan dua menara yang berwarna orange ini menghadirkan keindahan tersendiri.
Jamaah dari luar Kabupaten Aceh Barat juga setiap harinya singgah di masjid megah ini untuk melaksanakan ibadah dan tidak ketinggalan juga ikut berfoto dengan latar belakang masjid sebagai kenang-kenangan bahwa sudah pernah menjejakkan kaki di kota Meulaboh.
Masjid Agung tersebut termasuk salah satu objek wisata religi di Meulaboh.
Letaknya di pusat kota memudahkan semua orang untuk mengunjunginya.
Akses jalan menuju masjid ini pun ada beberapa ruas dan hampir tak pernah macet.
Areal parkir yang luas di dalam kompleks [Y1] masjid memberikan keleluasaan bagi tamu perseorangan maupun yang berombongan untuk memarkirkan kendaraannya, tanpa perlu khawatir ketiadaan tempat parkir.
Masjid agung ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Barat, sama halnya dengan Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Aceh.
Pada momen perayaan Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah ini suasana di Masjid Agung Baitul Makmur ini begitu meriah, antara lain, ditandai dengan penuhnya jamaah melaksanakan shalat di masjid agung ini.
Pada pagi 1 Syawal 1443 Hijriah, ribuan jamaah terlihat penuh sesak di dalam masjid untuk maksud yang sama: melaksanakan shalat Id.
Mereka pagi-pagi mendatangi masjid untuk mendapatkan tempat shalat di dalam masjid.
Bila terlambat tiba pasti tak kebagian tempat dan harus rela shalat di halaman masjid lantaran begitu ramainya jamaah yang melaksanakan shalat Id tahun ini.
Maklum, selama tiga tahun pandemi Covid-19, baru tahun inilah jamaah di masjid tak dibatasi jumlahnya dan safnya pun tak mesti lagi jarang-jarang.
Sejauh yang saya amati, makin banyak pula jamaah yang masuk masjid tanpa masker.
Mungkin mereka mengira Covid-19 bukan lagi ancaman yang menakutkan seperti pada tahun 2020 dan 2021.
Sementara itu, takbiran sedari pagi telah dikumandangkan oleh para muazin Masjid Agung dengan suara yang sangat merdu dan syahdu.
Jamaah shalat penuh sesak, meluber sampai ke halaman masjid dan sekitarnya.
Sementara itu, takbiran terus bergema.
Shalat Id pagi itu diimami oleh seorang Imam Hafiz Masjid Agung Baitul Makmur.
Kemudian, dilanjutkan dengan khotbah Idulfitri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk Mahdi SPdI.
Tema khotbahnya adalah Kembali kepada Fitrah Manusia.
Dalam khotbahnya beliau sampaikan bahwa puasa meruapakan “madrasah” bagi setiap muslim untuk membentuk insan yang bertakwa, sempurna, dan kamil.
Ia harapkan, sebagaimana puasa yang selalu kita isi dengan amalan-amalan seperti shalat sunah, bersedekah, membayar zakat, maupun kebaikan lainnya, hendaknya di sebelas bulan berikutnya, ibadah dan kebaikan serupa tetap kita lakoni secara konsisten atau istikamah.
Seusai khutbah, shalat Id pagi itu dilanjutkan dengan silaturahmi antarsesama jamaah.
Bersalam-salaman sambil berucap mohon dimaafkan atas salah dan khilaf dalam setahun terakhir.
Kemudian, sebagian jamaah menyempatkan diri untuk berswafoto bersama keluarga di halaman masjid yang indah ini.
Saya dan keluarga juga tak ketinggalan berfoto dengan latar belakang masjid artistik ini.
Beberapa menit kemudian saya pantau di medsos, terutama di Instagram, Facebook, dan sejumlah grup WhatsApp (WA), mulai ramai diposting foto-foto keluarga maupun personal dengan latar belakang Masjid Agung Meulaboh.
Hal ini menandakan, bagi banyak jamaah yang shalat di sini, Masjid Agung Meulaboh sungguh membanggakan dan mengesankan.
Apalagi masjid ini merupakan yang terbesar dan termegah di seluruh kawasan Pantai Barsela.
Akhirnya, semoga puasa Ramadhan yang baru meninggalkan kita dan suasana Idulfitri 1443 Hijriah yang masih kita rayakan bersama semakin meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt.
Semoga Allah panjangkan umur kita sehingga bertemu kembali dengan puasa dan Syawal tahun depan dalam keadaan sehat wal afiat.
Sebagai akhir dari reportase ini saya ucapkan Taqabbalallah minna wa minkum.
Minal aizin wal faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Amin.
Semoga kita menjadi insaninsan yang bertakwa di hari nan fitri ini setelah sebulan penuh digembleng di madrasah Ramadhan.
Baca juga: Hidupkan Ramadhan, Remaja Masjid Agung Ruhama Gelar Pesantren Ramadhan
Baca juga: Nikmatnya Menyantap Kuah Belangong Sebelum Jumatan Perdana di Masjid Asrama Haji
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUKHSINUDDIN-Koordinator-Forum-Aceh-Menulis-FAMe-Chapter-Meulaboh.jpg)