Berita Aceh Timur

Harga Sawit Anjlok Hingga Rp 1.500/Kg, Petani Enggan Panen dan Tunggu Harga Naik

Harga TBS sawit saat ini, sama seperti harga yang dibeli agen dari petani yang telah turun sebelum hari raya Idul Fitri.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Tumpukan sawit yang dipanen dari kebun petani di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Pascahari raya Idul Fitri 1443 hijriyah, sejak Sabtu (7/5/2022) kemarin para agen mulai membeli tandan buah segar (TBS) sawit dari petani di Aceh Timur

Namun harga yang dibeli agen dari petani masih murah dari sebelumnya yaitu Rp 1.500 - 1.600 per kg.

"Harga anjlok drastis yaitu Rp 1.600 per kg kita beli dari petani, itu belum potong ongkos angkut buah sawit pakai mobil kita (agen)," ungkap salah satu agen sawit di Kecamatan Banda Alam (Keude Geureubak), kepada Serambinews.com, Minggu (8/5/2022) sore di Aceh Timur

Harga ini, katanya, sama seperti harga yang dibeli agen dari petani yang telah turun sebelum hari raya Idul Fitri. 

"Banyak toke sawit mengeluh dengan harga segini, tapi apa boleh buat di PKS (pabrik kelapa sawit) dibeli bervariasi ada yang beli Rp 1.320 per kg sampai dengan harga Rp 1.780 per kg, maka pembelian dari petani pun kita sesuaikan, " ungkap toke sawit di Kecamatan Banda Alam tersebut. 

"Kalau kita ikut harga beli di pabrik Rp 1.780 per kg, maka kita (agen) bisa beli dari petani Rp 1.600, kalau kita ikut harga pabrik Rp 1.320 maka terpaksa kita beli dari petani Rp 1.000 per kg, karena kita (agen) tetap beli dibawah harga pabrik, karena kira tanggung lagi ongkos angkut mobil, ongkos muat, dan timbang, serta resiko buah busuk," katanya. 

Sementara itu, sejumlah petani sawit yang dikonfirmasi Serambinews.com, mengaku enggan memanen sakitnya karena harga murah ataun anjlok. 

"Di Kecamatan Peunaron dibeli agen Rp 1.500 per kg dari petani. Seharusnya sawit saya sudah bisa panen pasca lebaran, tapi karena harga turun drastis dari sebelumnya mencapai Rp 2.500 per kg, maka kita tunda dulu panen sawit sambil menunggu harga naik seperti semula," harap Zakaria, petani sawit di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, Minggu sore. 

Zakaria, berharap harga sawit di tingkat petani normal kembali. "Minimal harga di tingkat petani Rp 2000 per kg, pasalnya petani juga mengeluarkan biaya ongkos panen sekitar Rp 200-350 per kg, ongkos angkut, dan biaya perawatan lainnya, " ungkap Zakaria.(*)

Baca juga: Petani Khawatir Harga Sawit Terjun Bebas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved