Kamis, 16 April 2026

Berita Politik

Prabowo Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Ditinggalkan PA 212

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mulai mendekati tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan melakukan kujungan safari Idul Fitri

Editor: bakri
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Prabowo Subianto. 

Berbalik melawan

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai manuver Prabowo tersebut untuk mencari dukungan politik yang tergerus akibat ditinggalkan basis pendukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Persatuan Alumni atau PA 212.

PA 212 mencabut dukungannya karena Prabowo memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Kita tahu di Pilpres 2019 lalu Prabowo didukung kelompok 212, dan saat ini antara Prabowo dengan kelompok 212 sedang bermusuhan.

Jadi suka tak suka, senang tak senang, mencari dukungan ke kelompok lain.

Nah, kelompok itu NU," ujar Ujang.

Ujang menerangkan, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat Islam dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia.

Dengan mendekatinya, Ujang menduga Prabowo sedang menggalang dukungan agar elektabilitasnya semakin naik jelang Pemilu 2024.

"Dengan kelompok Islam 212 kan sudah cerai.

Maka pilihannya ke kelompok NU.

Bukan hanya memperluas (jumlah dukungan), tapi untuk mengganti dukungan dari kelompok 212 yang sudah menjauh dari Prabowo," ucap Ujang.

Ujang bahkan menilai PA 212 akan menjadi basis masa lawan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024.

Menurutnya, PA 212 yang terluka akan semakin sakit hati setelah Prabowo mencoba mencari dukungan dari NU.

"Kelompok 212 akan makin sakit hati dan akan mati-matian kontra dengan Prabowo di Pilpres 2024 nanti," pungkas Ujang.

Ustaz Slamet: Dukung? Belum Kepikiran

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved