Kamis, 9 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Sejarah Victory Day Rusia, Putin Diduga akan Deklarasikan Perang Total

Hari Kemenangan biasanya ditandai dengan parade militer bergaya Soviet di Lapangan Merah Moskow yang juga menampilkan pidato kepresidenan.

Editor: Amirullah
AFP
Prajurit Rusia berbaris di Lapangan Merah selama latihan umum parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 7 Mei 2022. Rusia akan merayakan peringatan 77 tahun kemenangan 1945 atas Nazi Jerman pada 9 Mei. (AFP) 

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti

SERAMBINEWS.COM - Berikut sejarah Hari Kemenangan atau Victory Day Rusia.

Rusia akan merayakan Hari Kemenangan atau Victory Day pada Senin (9/5/2022) hari ini, acara tahunan untuk menandai menyerahnya Nazi Jerman pada Uni Soviet dalam Perang Dunia II.

Di bawah Presiden Rusia Vladimir Putin, acara 9 Mei telah berkembang dalam skala dan keunggulan politik.

Mengutip NPR, Hari Kemenangan biasanya ditandai dengan parade militer bergaya Soviet di Lapangan Merah Moskow yang juga menampilkan pidato kepresidenan.

Hari Kemenangan pertama kali dirayakan pada 1965 di bawah Pemimpin Soviet, Leonid Brezhnec, seorang veteran Perang Dunia II.

Perayaan itu juga ditandai di seluruh diaspora Rusia dan negara-negara bekas Soviet lainnya, termasuk Ukraina.

Jet tempur MiG-29SMT Rusia membentuk simbol
Jet tempur MiG-29SMT Rusia membentuk simbol "Z" untuk mendukung aksi militer Rusia di Ukraina, terbang di atas kota Moskow tengah pada latihan parade militer Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rusia, Moskow, Sabtu (7 Mei 2022). Rusia akan merayakan ulang tahun ke-77 dari Kemenangan 1945 atas Nazi Jerman pada 9 Mei mendatang. ((Kirill KUDRYAVTSEV/AFP) (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV))

 

Namun, Ukraina secara simbolis memindahkan tanggal Hari Kemenangan menjadi 8 Mei pada 2015.

Pada 8 Mei 1945, komandan pasukan Jerman yang tersisa menyerah pada Tentara Merah.

Tetapi, karena perbedaan waktu antara Berlin dan Moskow, di Rusia momen itu terjadi pada 9 Mei 1945, sebagaimana dilansir AlJazeera.

Hari Kemenangan menandai pengorbanan besar yang dilakukan orang-orang Rusia dan negara-negara lain di Uni Soviet dalam perang melawan Nazisme.

Pada 22 Juni 1941, tentara Jerman memulai invasinya ke Uni Sovet, yang diberi nama Operasi Barbarossa.

Penguasa Soviet, Joseph Stalin, tak siap, usai mengambil bagian dalam invasi Polandia tahun 1939 dengan Nazi.

Ia mengira kesepakatannya dengan Adolf Hitler akan melindunginya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved