Konflik Rusia vs Ukraina
Sejarah Victory Day Rusia, Putin Diduga akan Deklarasikan Perang Total
Hari Kemenangan biasanya ditandai dengan parade militer bergaya Soviet di Lapangan Merah Moskow yang juga menampilkan pidato kepresidenan.
Stalin bahkan tak mengindahkan peringatan diplomat asing atau agennya sendiri.
Sementara itu, Hitler dengan arogannya percaya bahwa perang akan berlangsung tidak lebih dari tiga bulan, di mana pasukannya tak membawa pakaian musim dingin.
Meskipun ada keberhasilan awal Jerman, Tentara Merah tak menyerah.
“(Tanggal) 22 Juni 1941 adalah peristiwa 11 September dalam sejarah Rusia,” kata Wood.
“Ini adalah saat Rusia merasa diserang secara besar-besaran oleh negara yang telah menyatakan bahwa semua orang Slavia kurang dari manusia. Ini adalah perang eksistensial bagi Rusia.”
Tanah Rusia akan digunakan sebagai Lebensraum atau "ruang hidup" bagi pemukim Jerman.
Pasukan Wehrmacht diberikan izin bebas untuk melakukan eksekusi massal terhadap tawanan perang, sementara Schutzstaffel (SS) melakukan kekejaman terhadap warga sipil Soviet, terutama yang berasal dari Yahudi, atas rencana genosida Hitler untuk “solusi akhir”.
Selama invasi Kharkiv di Ukraina, SS membantai 15.000 orang Yahudi Ukraina.
Sementara itu, lebih dari satu juta warga sipil tewas dalam pengepungan Leningrad tahun 1941-44, yang dialami oleh keluarga Putin sendiri.
Putin telah mengungkapkan kakak laki-lakinya meninggal karena difteri, sementara ayahnya bertugas di regu sabotase dan terluka.
Tetapi, pada 1943, kemajuan cepat Jerman runtuh di bawah beban musim dingin Rusia yang sengit dan gerilyawan partisan.
Mereka kehilangan pertempuran penting seperti Stalingrad, salah satu bentrokan paling mematikan dalam perang di mana Tentara ke-6 Jenderal Paulus tewas dalam ribuan karena kelaparan, dingin, dan tembakan Rusia.
Serangan balik Tentara Merah mendorong Jerman kembali melalui Polandia, dan pada Mei 1945, tentara Rusia mengibarkan bendera merah di atas Reichstag.
Pengamat Menduga Putin akan Deklarasikan Perang
Hari Kemenangan dipandang oleh beberapa pengamat sebagai alat propaganda untuk pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memanfaatkan sejarah untuk invasi berkelanjutannya ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prajurit-Rusia-berbaris-di-Lapangan-Merah.jpg)