Cegah Meluasnya PMK pada Hewan, Polri dan Kementerian Pertanian Siap Lakukan Lockdown Lokal
Kordinasi itu dalam rangka membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Agus Ramadhan
Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan, pihaknya siap membantu Kementan atau Dinas Peternakan setempat untuk melakukan patroli dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak disuatu wilayah.
"Melakukan patroli terpadu di tingkat kecamatan dan sentra-sentra peternak sapi dengan terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tenang dan memisahkan ternak yang sakit atau suspek PMK dan dinas peternakan akan memberikan obat/ vaksin," ucap Dedi.
"Melakukan pengawasan di pos keluar masuk hewan di perbatasan kab/kota dan provinsi," tambah Dedi mengakhiri.
Baca juga: Seribuan Lembu Terjangkit PMK, Disnak Aceh Bersama Stasiun Karantina Turun ke Aceh Tamiang
Ribuan Sapi di Aceh Tamian terjangkit PMK
Penyakit mulut dan kuku (PMK) dilaporkan menyerang ribuan ekor sapi di Aceh Tamiang.
Pemerintah diminta bergerak cepat mengingat wabah ini sudah menyebabkan kematian belasan ekor sapi.
Penularan PMK ini diungkapkan belasan peternak ketika mengadu ke DPRK Aceh Tamiang, Senin (9/5/2022) siang.
Disebutkan wabah ini sudah terjadi menjelang lebaran dan hingga kini belum teratasi.
"Kalau tidak ada penanganan, kasus kematian sapi akan terus bertambah," kata Mukim Simpang IV, M Ridwan.

Pernyataan Ridwan ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Safuan.
Dalam pertemuan di Ruang Wakil Ketua I DPRK Tamiang, Fadlon, diungkapnya penularan PMK ini sudah menyerang seribuan ekor sapi.
Safuan menyebutkan, penyakit ini sudah menyebar luas karena dari 12 kecamatan di Aceh Tamiang, hanya dua kecamatan yang belum terkonfirmasi terdapat kasus.
"Hanya dua kecamatan yang belum ada laporan, Tenggulun dan Tamiang Hulu. Selebihnya 10 kecamatan sudah ada laporan," kata Safuan di hadapan peternak, Sekda Aceh Tamiang, Asra dan tiga anggota dewan, yaitu Fadlon, Rahmad Syafrial dan Syaiful Sofyan.
Safuan menambahkan dari seribuan kasus itu, terdapat kematian sebanyak 13 hingga 15 ekor.
Umumnya sapi ini mengalami gejala yang sama, yakni luka di bagian mulut, cairan dari hidung dan kuku terkelupas.