Berita Langsa
Warga Pemilik Sapi di Langsa Diimbau tak Lepas Sapinya dari Kandang Sementara Ini
Masyarakat yang memiliki hewan ternak sapi di Kota Langsa diimbau untuk sementara ini mengandangkan atau tidak melepas sapi ternaknya
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Hasil uji sampel sapi tersebut akan diketahui berapa waktu ke depannya, setelah nanti selesai dilakukan uji laboratirum di Balai Veteriner Medan.
"Hasil uji sampel sapi ini kita belum bisa memastikan berapa hari akan diketahui, karena saat ini ada berapa sampel sapi diuji lab berapa daerah lainnya baik di Sumut dan Aceh," sebutnya.
Pihak Balai Veteriner belum bisa memastikan penyakit apa diderita pada sapi ini, karena harus dilakukan uji laboratorium dari sampel yang telah diambil.
"Kita tidak bisa mengatakan sekarang apakah sapi itu terjangkit PMK atau penyakit lainnya, nanti setelah uji lab baru bisa diketahui," jelas Drh. Sara.
Dinas Peternakan Langsa Terima Laporan Sapi Alami Gejala Mirip PMK
Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Langsa telah menerima laporan adanya 86 ekor sapi milik sejumlah warga di daerah ini yang sakit mirip gejala Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).
Saat ini dinas terkait sedang menunggu petugas dari Balai Veteriner Medan Kementrian Pertanian tiba ke Langsa untuk mengambil sampel pada sapi tersebut guna memastikan apakah sapi itu terkena PMK.
Baca juga: Laporan Gempuran Rusia Terus Berubah Setiap Hari, Korban Tewas atau Terluka Belum Dapat Dipastikan
Seperti diketahui kasus PMK terhadap ternak sapi sudah terjadi di Aceh Tamiang yang merupakan kabupaten tetangga Kota Langsa, ssehingg sapi didaerah ini berpotensi tertular penyakit tersebut.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Langsa, Banta Ahmad, S.St.Pi, kepada Serambinews.com, Rabu (11/5/2022), mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari sejumah warga pemilik hewan ternak sapi bahwa sapi mereka alami gejala mirip PMK ini.
Namun untuk memastikan apakah sapi warga sejumlah gampong itu terjangkit PMK atau tidak harus dilakukan pemeriksaan oleh petugas khusus yang didatangkan dari Balai Veteriner Medan Kementrian Pertanian.
"Laporan yang sudah kita terima dari warga pemilik sapi di Gampong Geudubang Jawa, Meurandeh, Asam Petek, ada sekitar 86 ekor sapi yang mirip mengalami gejala PMK ini," ujar Banta.
Setelah dilaporkan oleh warga, tambah Banta, petugas Bilang Peternakan sudah turun mengecek sapi dimaksud dan memang ada kemiripan menjalani gejala PMK itu.
Dari 86 sapi milik warga yang telah dicek petugas dinas terkait ini ke lapangan terlihat mulut sapi warga tersebut memerah dan kukunya juga terlihat seperti terbelah.
Sementara itu pihak dinas terkait juga sudah menghuhungi pihak Balai Veteriner Medan dan siang ini mereka sudah sampai ke Kota Langsa.
Baca juga: TMMD Ke-113 di Bener Meriah Resmi Dibuka
"Hari ini kita akan turun ke lokasi bersama petugas Balai Veteriner Medan untuk mengambil sampel darah sapi milik warga yang mengalami gejala mirip PMK ini," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-dari-balai-veteriner-medan-saat-mengambil-sampi-milik-warga-di-langsa.jpg)