Internasional
Inggris Siap Bela Swedia Jika Mendapat Serangan Dari Rusia
Pemerintah Inggris berjanji akan membela Swedia jika negara itu mendapat serangan dari Rusia.
SERAMBINEWS.COM, KOPENHAGEN - Pemerintah Inggris berjanji akan membela Swedia jika negara itu mendapat serangan dari Rusia.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan PM Swedia cMagdalena Andersson menandatangani kesepakatan jaminan keamanan di luar Stockholm pada Rabu (11/5/2022).
Swedia dan Finlandia sedang mempertimbangkan akan bergabung dengan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Johnson kemudian diperkirakan akan membuat komitmen pertahanan serupa ke Finlandia, di mana ia akan bertemu dengan Presiden Sauli Niinisto.
"Perjanjian itu akan membentengi pertahanan Eropa utara, dalam menghadapi ancaman baru," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan itu akan menjadi simbol jaminan keamanan abadi antara negara Eropa.
“Ini bukan jeda jangka pendek, tetapi komitmen jangka panjang untuk meningkatkan hubungan militer dan stabilitas global, dan memperkuat pertahanan Eropa untuk generasi mendatang,” kata Johnson.
Baca juga: Menteri Pertahanan Inggris Samakan Vladimir Putin dan Rusia dengan Nazi
Diansir AP, Finlandia berbagi perbatasan darat sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia.
"Dan apakah itu jika terjadi bencana atau serangan militer, apa yang kami katakan ini atas permintaan pihak lain, kami akan datang untuk membantu pihak lain," kata Johnson dalam konferensi pers bersama.
Dia mengatakan perang di Ukraina merupakan kampanye haus darah Presiden Rusia Vladimir Putin yang melawan negara berdaulat.
Andersson berkata Putin mengira dapat menyebabkan perpecahan, tetapi dia mencapai sebaliknya.
"Kami berdiri di sini hari ini lebih bersatu dari sebelumnya,” ujarnya.
Kremlin telah memperingatkan dampak militer dan politik, jika Swedia dan Finlandia memutuskan untuk bergabung dengan NATO.
Andersson mengatakan Rusia akan meningkatkan kehadiran militernya di wilayah ini jika Swedia atau Finlandia mengirimkan aplikasi ke NATO.
Baca juga: Tanggapi Dukungan Inggris untuk Ukraina, Rusia Rilis Simulasi Serangan Nuklir Mengerikan di Eropa
"Jika mereka mengajukan permohonan, akan ada periode sementara yang berlangsung sejak permohonan telah diserahkan sampai semua 30 parlemen anggota NATO telah meratifikasinya," jelasnya.
"Kedua negara Nordik diperkirakan akan mengumumkan posisi mereka dalam keanggotaan NATO dalam beberapa hari mendatang.
"Jika Finlandia membuat langkah bersejarah ini, ini demi keamanan warga kami sendiri," kata Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin.
Dia menyampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Rabu (11/5/2022).
“Bergabung dengan NATO akan memperkuat seluruh komunitas internasional yang menjunjung nilai-nilai bersama," jelasnya.
Sedangkan Boris Johnson bertemu dengan Andersson di Harpsund, tempat peristirahatan perdana menteri Swedia, yang terletak sekitar 90 kilometer baratdaya Stockholm.
Dia akan mengadakan pembicaraan dengan Niinisto, yang memiliki peran penting dalam keputusan kebijakan luar negeri dan keamanan Finlandia, di Istana Presiden di Helsinki.
Johnson, yang mengatakan Putin adalah "tiran abad ke-21," juga menawarkan selama kunjungan satu hari untuk meningkatkan pengerahan pasukan Inggris dan aset militer ke wilayah tersebut.
Baca juga: Intelijen Militer Inggris Ungkap Aktivitas Militer Rusia di Ukraina, Termasuk Jumlah Tentara Tewas
“Dan di saat krisis, kerja sama menjadi lebih penting dan ini paling tidak berlaku untuk kemitraan pertahanan internasional kita," jelas Johnson.
"Dan kemitraan Swedia dengan Inggris dan dengan NATO sangat penting selama masa-masa yang luar biasa ini,” kata Andersson.
Inggris sudah hadir di wilayah Laut Baltik dengan Joint Expeditionary Force, yang terdiri dari 10 negara Eropa Utara: Inggris, Swedia, Finlandia, Denmark, Estonia, Islandia, Latvia, Lithuania, Belanda, dan Norwegia.
Pada tahun 2017, Swedia dan Finlandia bergabung dengan pasukan reaksi cepat militer pimpinan Inggris, yang dirancang untuk lebih fleksibel dan merespons lebih cepat daripada aliansi NATO yang lebih besar.
Merea menggunakan standar dan doktrin NATO, sehingga dapat beroperasi bersama dengan NATO, PBB atau koalisi multinasional lainnya.
Beroperasi penuh sejak 2018, pasukan tersebut telah mengadakan sejumlah latihan baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan NATO.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Inggris-Siap-Bela-Swedia.jpg)