Berita Aceh Utara
Delapan Sepmor Terbakar di Parkiran Wisata Air Terjun Bidadari
Sebanyak delapan sepeda motor milik pengunjung wisata air terjun Bidadari ditemukan sudah terbakar di lokasi parkiran kawasan Gampong Pulo Meuria
LHOKSUKON – Sebanyak delapan sepeda motor milik pengunjung wisata air terjun Bidadari ditemukan sudah terbakar di lokasi parkiran kawasan Gampong Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara pada Senin (9/5/2022) sore.
Dari delapan sepmor yang terbakar tersebut, enam pemilik sepmor sudah melaporkan ke Polsek Geureudong Pase.
Sedangkan pemilik sepmor lainnya setelah kejadian tersebut sudah membawa pulang sepmor yang terbakar tersebut.
Sepmor yang terbakar adalah Honda Beat Street milik Andi Miswar (22) mahasiswa asal Gampong Tanjong Haji Muda, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Kemudian, sepmor Suzuki Smash milik Ahmad Yani (30) warga Gampong Tanjong Haji Muda, Kecamatan Matangkuli.
Lalu, Vario Techno milik Paji Maulana (18) remaja asal Gampong Tanjong Tgk Ali, Kecamatan Matangkuli.
Selanjutnya, Yamaha Vixion milik Aris Munandar (22) warga Gampong Tanjong Haji Muda, Kecamatan Matangkuli.
Dua lagi, sepmor Honda Supra 125 D milik Jamaluddin (19) remaja asal Gampong Nga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dan Honda Supra X 125 milik Kamalul Riski (19) remaja asal Desa Tanjong Haji Muda Kecamatan Matangkuli.
Dari delapan sepmor yang terbakar paling parah milik Andi Miswar, dan Ahmad Yani Paji Maulana.
Baca juga: Sepeda Motor Terbakar Usai Isi BBM di SPBU di Aceh Tamiang
Baca juga: Truk Tangki Terguling hingga Terbakar, 8.000 Liter BBM Jenis Pertalite Lenyap
“Kalau sepmor kami bertiga tinggal rangka saja.
Sedangka tiga sepmor milik teman kami terbakar bagian jok dan bagian depan,” ujar Andi Miswar kepada Serambi, Kamis (12/5/2022).
Selain itu, Andi juga mengaku sempat melihat dua sepmor lain yang tidak diketahui identitas pemiliknya juga ikut terbakar.
Namun, dua pemilik sepmor tersebut langsung membawa pulang setelah kejadian tersebut.
“Sedangkan kami langsung membawa enam sepmor tersebut ke Polsek Geureudong Pase dengan mobil warga yang digunakan mengangkut kelapa sawit, dan sekaligus untuk melaporkan kejadian tersebut,” ujar Andi.
Andi mengaku tiba di lokasi parkiran tersebut bersama 10 temannya yang lain dengan enam sepmor pada Sabtu (7/5/2022).
Setelah membayar uang parkiran persepmor Rp 20 ribu, mereka berjalan kaki sekitar lima jam untuk sampai ke lokasi wisata air terjun Bidadari.
Lalu, baru pulang pada Senin (9/5/2022) siang dan tiba di lokasi pada sore hari.
“Kami terkejut ketika menemukan sepmor kami sudah terbakar,” katanya.
Setelah melaporkan kejadian tersebut, 11 pengunjung tersebut pulang ke rumahnya dengan menggunakan mobil warga sekampungnya yang hadir ke kawasan itu setelah mengetahui kejadian itu.
Dalam Proses Penyelidikan
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim, AKP Zeska Julian Taruna Wijaya kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, kasus tersebut sekarang masih dalam proses penyelidikan polisi.
Bahkan, penyidik sudah mengirim undangan klarifikasi kepada pemilik sepeda motor yang melaporkan kasus itu.
Untuk sampel yang diambil di tempat kejadian perkara, kata Kasat Reskrim, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pihak Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan, Sumatera Utara untuk bisa mengetahui lebih jelas kejadian kebakaran tersebut.
Kemudian penyidik nantinya juga akan mengklarifikasi peristiwa itu kepada para pelapor. (jaf)
Baca juga: Sumur Minyak Bekas Terbakar di Aceh Timur Ditutup Permanen
Baca juga: Mobil HRV Terbakar di Ruas Tol dalam Kota, Diduga Akibat Korsleting Listrik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sepmor-76789.jpg)