Rabu, 8 April 2026

Berita Gayo Lues

Pemerintah Gencarkan Sosialisasi PMK, Ini Tanda Klinis Penyakitnya

Wabah PMK pada ternak merupakan penyakit hewan menular akut, dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen.

Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Kapolres Galus bersama sejumlah instansi terkait lainnya melakukan sosialisasi PMK dengan mendatangi sejumlah kandang ternak milik masyarakat di kecamatan Blangkejeren, Kamis (12/5/2022). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kapolres Gayo Lues (Galus)  bersama dengan Stakeholder dan jajaran Polsek gencar sosialisasikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak kepada para peternak di Kabupaten tersebut, bahkan sosialisasi dilakukan  cara mendatangi sejumlah kandang ternak milik masyarakat di kabupaten itu. 

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, Jumat (13/5/2022), wabah PMK pada ternak merupakan  penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, biri-biri, kuda dan ternak lainnya dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen dan kerugian ekonomi sangat tinggi. 

Kapolres Galus melalui Kasi Humas AKP Samsul Bahri, kepada Serambinews.com, mengatakan, sebelumnya rapat koordinasi  telah dilakukan di Mapolres Galus bersama instansi terkait atau para stakeholder untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat selaku peternak, agar para peternak memeriksa ternaknya dengan rutin dan segera melakukan isolasi ternak, apabila terdapat tanda-tanda atau klinis pada hewan peliharaan tersebut.

Dikatakan, melalui rapat koordinasi sebelumnya kini telah dibentuk personil  Satgas Pencegahan dan Penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Wilayah Polres Gayo Lues, dengan  langsung melakukan pengecekan ternak masyarakat yang ada di sekitar kabupaten tersebut, selain itu juga  mensosialisasikan kepada masyarakat tentang gejala klinis ternak yang terkena PMK terhadap ternak tersebut.

"Petugas Satpol PP juga harus komitmen untuk melakukan  penertiban ternak warga yang berkeliaran bebas mencari makan, terutama dikawasan pusat perbelanjaan atau pajak dan pasar di kabupaten itu,"sebutnya.

Berikut tanda-tanda atau   klinis Penyakit PMK pada ternak tersebut yakni, dengan tinggi yang mencapai 39-410c, kemudian keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, terdapat luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan dan pincang. 

Selain itu juga terdapat tanda-tanda lainnya seperti, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar dan nafasnya cepat, bahkan produksi susu turun drastis dan mendadak menjadi kurus.

"Sosialisasi tentang PMK terhadap ternak kepada masyarakat terus di gencarkan dengan mendatangi sejumlah kandang ternak milik masyarakat tersebut, selain itu dilakukan upaya untuk menghindari agar tidak ada ternak yang masuk ke Galus untuk sementara waktu dari luar daerah," sebutnya.(*)

Baca juga: Hindari Ternak dari Luar Daerah Masuk ke Gayo Lues, Pemerintah Perketat Perbatasan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved