Berita Aceh Tengah
Rintihan Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Aceh Tengah: Kami Minta Keadilan
Kondisi psikologis korban kini terganggu. Anak itu kini tidak banyak bicara dan bermain seperti biasa. Bahkan, untuk pergi ke sekolah pun ia enggan.
Penulis: Romadani | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Romadani | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Siang itu, terik matahari begitu cerah, tampak sejumlah anak-anak sedang bermain pada gang kecil di sudut Kota Takengon.
Sebuah rumah di kawasan padat penduduk, satu unit sepeda motor terparkir di ruang tamu. Dihadapan televisi satu kasur terbentang.
Dua tumpukan pakaian dalam keranjang akan mulai disetrika, pakaian itu nanti akan diambil oleh si pemiliknya.
Dengan wajah pucat dan mata sembab, seorang ibu rumah tangga tidak segan-segan menceritakan keadaan anaknya menjadi korban pelecehan seksual.
Kasus pelecehan seksual tersebut, hingga saat ini Kamis (12/5/2022) masih menjadi misteri. Pasalnya, pelaku masih menjadi buronan Polres Aceh Tengah.
Ibu berinisial H salah satu korban, tampak berkali-kali mengusap hidung dan mata. Secara perlahan membeberkan kisah tragis yang dialami anaknya.
"Hancur Pak, gak sanggup saya lihat anak saya saat ini," ungkapnya saat mulai bercerita dengan mata berkaca-kaca.
Berawal dari salah satu laporan warga Kecamatan Lut Tawar bahwa adanya dugaan pelecehan seksual terhadap anaknya.
Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diduga dilakukan oleh Pria gaek kelahiran Blangpidie 10 November 1959 itu di-DPO polisi karena dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Syamsul Qamar atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Bang Win, sehari-hari berjualan buah di kawasan Pasar Bawah Takengon. Kini pria berbadan gemuk, kulit sawo matang dan rambut berbentuk ikal diburu polisi.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurrochman Nulhakim SIK melalui Kasatreskrim Iptu Ibrahim kepada Serambi, Rabu (27/4/2022) mengatakan, Syamsul Qamar saat ini sudah tidak berada di Aceh Tengah.
"Kami lacak pakai handphone, dia berpindah-pindah terakhir handphonenya aktif di Aceh Timur," kata Ibrahim.
Sepekan kemudian, kasus ini pun berkembang, korban semakin bertambah salah satunya adalah anak ibu H.
Ia pun awalnya tidak menyangka, anaknya yang masih duduk di bangku kelas dua SD sering mengalami kejadian aneh tak seperti biasanya. "Sering melamun, dan mengurung diri, dan mengalami sakit dibagian kemaluan anak saya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dua-ibu-korban.jpg)