Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

Rintihan Keluarga Korban Pelecehan Seksual di Aceh Tengah: Kami Minta Keadilan

Kondisi psikologis korban kini terganggu. Anak itu kini tidak banyak bicara dan bermain seperti biasa. Bahkan, untuk pergi ke sekolah pun ia enggan.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Dua Ibu rumah tangga bercerita anaknya menjadi korban pelecehan seksual di Aceh Tengah, Kamis (12/5/2022). 

Korban pertama mengaku bahwa anak Ibu H juga menjadi salah satu korban dari Syamsul Qamar. 

Semakin tidak karuan, Ibu H meminta bantuan kepada saudara perempuannya untuk bercerita dan mencari tahu keadaan anaknya.

"Kalau sama saya anak saya tidak mau ngaku, saya minta kakak sebelah rumah untuk bercerita dengan anak saya Pak," ujarnya 

Setelah diperiksa, Ibu H benar-benar merasa terpukul, bahwa benar Syamsul Qamar telah melakukan perbuatan tega terhadap anak kandungnya.

Ibu H bertanya kepada anaknya apa yang sudah dilakukan Syamsul Qamar terhadap anaknya. Anaknya dengan spontan memegang tangan ibunya.

Ibu H merasakan getaran dan dinginnya sentuhan tangan yang memegang erat tangan ibunya itu. "Jangan pukul saya Bu, jangan marahi saya," kata anaknya kepada Ibu H.

Akhirnya anaknya pun mengaku dan menceritakan apa yang sudah dialami selama ini. Syamsul Qamar benar telah melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya.

Selanjutnya anak Bu H diperiksa ke puskesmas setempat, hasilnya sangat menyedihkan, rasa sakit yang dialami anaknya perlu pengobatan serius. "Saya membawanya ke bidan Pak, kami beli obat antibiotik untuk saat ini," katanya.

Saat keluarga korban mencoba ingin memberikan laporan kembali, Ibu H melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Ibu H mengatakan pihak polisi sudah mengetahui korban bertambah, dan menjadi pengembangan kasus selanjutnya.

"Saya ingin anak saya divisum juga, karena anak saya yang lebih parah dilakukan pelecehan dan rasa sakitnya pun serius," kata Ibu H.

Saat ini, ia berharap agar pelaku cepat ditemukan, ia meminta keadilan terhadap apa yang menimpa anaknya. Jilbab hitam yang ia kenakan berkali-kali mengusap air mata yang membasahi pipinya. 

Anaknya kini tidak banyak bicara dan bermain seperti biasa. Bahkan, untuk pergi ke sekolah pun ia enggan. "Kami hanya minta keadilan. Kami orang susah, kerjaan saya cuci dan setrika pakaian orang," kata Ibu H.

Kasus tersebut sudah dilaporkan oleh pihak korban pada tanggal 28 Maret 2022 lalu. Kurang lebih dua bulan lamanya pelaku masih dalam buruan Polisi Aceh Tengah.

Sekitar dua jam lamanya Ibu H bercerita kisah pilu yang dialaminya, Serambinews.com, Kamis (12/5/2022) mencoba mendatangi Polres Aceh Tengah untuk konfirmasi perkembangan keberadaan Syamsul Qamar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved