Breaking News

Berita Bireuen

Pasar Ternak Geulumpang Payong, Bireuen Tutup, Pedagang Transaksi di Luar

“Pasar ditutup mencegah penyebaran PMK, kita transaksi di luar saja dan tidak ada masalah,” ujarnya kepada sejumlah pedagang lainnya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Pasar ternak Geulumpang Payong, Jeumpa, Bireuen ditutup untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sejumlah pedagang ternak umumnya kambing yang tidak mengetahui penutupan hadir ke pasar tersebut dan melakukan transaksi di luar pasar. 

“Pasar ditutup mencegah penyebaran PMK, kita transaksi di luar saja dan tidak ada masalah,” ujarnya kepada sejumlah pedagang lainnya sambil menurunkan kambing dari sepeda motornya.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pasar  ternak atau pasar hewan Geulumpang
Payong, Jeumpa, Bireuen tutup sejak dua hari lalu.

Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi ternak di
Bireuen.

Sebagian pedagang ternak yang umumnya pedagang kambing dan biri-biri, Sabtu (14/05/2022) sebagai hari pekan  terlihat  hadir ke pasar tersebut dan melakukan transaksi jual beli di luar pagar kompleks pasar hewan.

Amatan Serambinews.com, sekitar pukul 09.00 WIB,  Sabtu (14/05/2022) pedagang ternak kambing hadir satu per satu ke pasar tersebut.

Pintu utama pasar hewan ditutup rapat dan dikunci.

Satu spanduk ukuran besar dibentangkan di pasar tersebut, berisi pemberitahuan pasar hewan tersebut ditutup sementara waktu.

Spanduk bertuliskan, Pemerintah Kabupaten Bireuen, Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan, isinya 'Penutupan sementara  pasar ternak  dalam Kabupaten Bireuen, dalam
rangka pencegahan penularan  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy
Skin Disease (LDS)  pada sapi, kerbau, domba dan kambing'.

Baca juga: Masyarakat Diminta Laporkan ke Polisi atau Dinas Terkait Jika Temukan PMK

Penutupan mulai 11 Mei 2022 sampai  waktu yang belum ditentukan.

Para pedagang yang mungkin belum mengetahui pasar hewan ditutup, hadir ke lokasi tersebut membawa kambing, biri-biri.

Sedangkan lembu dan kerbau, hanya beberapa ekor saja diturunkan di areal perkebunan warga di samping sebelah timur pasar tersebut.

Sementara kambing sebagian dibiarkan dalam keranjang di sepeda motor, dalam pikap, sebagian diturunkan, dan diikat dengan pagar pasar hewan.

Beberapa pedagang mengatakan, pasar ditutup mencegah penyebaran PMK.

Ternak umumnya kambing yang dibawa dan dipasarkan di lokasi tersebut, ternak dalam keadaan sehat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved