Wabah PMK
Ternak di Gayo Lues Masih Aman dari PMK, Sebagian Demam Tiga Hari, Ini Penyebabnya
Dikatakan, salah satu upaya pencegahan agar wabah tidak masuk ke kabupaten tersebut denga menyekat atau pemeriksaan diperketat di semua perbatasan pin
Penulis: Rasidan | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rasidan I Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Pemerintah kabupaten Gayo Lues (Galus) melalui dinas terkait melakukan sosialisasi penyakit mulut dan kuku atau PMK kepada para peternak di kabupaten tersebut.
Sejauh ini di Galus hewan ternak masyarakat masih aman dari wabah.
Meskipun begitu sejumlah warga peternak masih waswas dengan maraknya wabah PMK yang menyerang hewan peliharaan di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir ini.
Pemkab bersama aparat kepolisian di kabupaten melakukan berbagai upaya agar wabah tersebut tidak masuk ke wilayah Galus.
Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Peternakan, Darmansyah alias Adnan, kepada Serambinews.com, Sabtu (14/5/2022) mengatakan, sejauh ini di kabupaten Galus ternak masyarakat masih aman dari wabah PMK.
• Ternak Sapi Terjangkit Wabah PMK di Aceh Besar Bertambah Menjadi 95 Ekor
Dikatakan, salah satu upaya pencegahan agar wabah tidak masuk ke kabupaten tersebut denga menyekat atau pemeriksaan diperketat di semua perbatasan pintu masuk dan keluar ke Gayo Lues oleh petugas kepolisian dari setiap Polsek.
Lanjutnya, selain itu juga sosialisasi kepada masyarakat juga digencarkan.
"Namun yang ada dalam beberapa hari terakhir ini sejumlah ternak warga mengalami demam tiga hari dan cacingan yang menyebabkan turunnya selera makan ternak itu seperti ternak sapi, ini hanya disebabkan pergantian cuaca selama ini," sebutnya.(*)