Penerbangan
Pengusaha Aceh Harap Rute Penerbangan Aceh ke Malaysia Dibuka Kembali
Diketahui bahwa sebelum pandemi Aceh merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Malaysia. Selain kedekatan secara budaya dan letak geografi
Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rute penerbangan Aceh-Malaysia yang ditutup dua tahun lalu dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia, tapi hingga kini rute tersebut belum kunjung dibuka.
Meski pandemi Covid-19 sudah mereda dan mulai mengarah ke fase endemic serta geliat kehidupan masyarakat mulai memasuki masa pemulihan menuju keadaan normal seperti semula.
Lalu, pemerintah hanya mengizinkan penerbangan internasional melalui beberapa bandara di Indonesia, diantaranya Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Kualanamu, Sumatera Utara.
Tidak kunjung dibukanya rute penerbangan internasional dari dan ke Aceh dinilai akan memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, terutama melalui sektor pariwisata.
• Apkasindo Harap Ketua Kadin Aceh Sosok Pengusaha Investor, Bukan Kontraktor, Ini Alasannya
Diketahui bahwa sebelum pandemi Aceh merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Malaysia. Selain kedekatan secara budaya dan letak geografis, warga Malaysia juga sangat menyukai wisata religi dan kuliner yang tersaji di Aceh.
Tidak hanya untuk tujuan wisata, perjalanan untuk tujuan bisnis juga banyak dilakukan oleh pebisnis asal negara jiran tersebut.
Maka sangat disayangkan jika rute penerbangan langsung Banda Aceh–Kuala Lumpur dan sebaliknya tidak segera dibuka kembali. Apalagi di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi, dimana sektor pariwisata merupakan salah satu andalan bagi ekonomi Aceh, maka pembukaan rute penerbangan dari dan ke Aceh merupakan salah satu langkah strategis yang harus diambil pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi Aceh.
Harapan itu diungkapkan seorang pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin, Senin (16/5/2022). Menurutnya, sebelum pandemi covid-19, rute Banda Aceh-Kuala Lumpur dan sebaliknya menjadi pilihan perjalanan para pebisnis dan wisatawan.
• VIDEO Putra Aceh Ismail Rasyid di Pertemuan Pengusaha Dunia di Dubai
“Sebelum pandemi, penerbangan Aceh-Malaysia dan sebaliknya selalu penuh. Warga Aceh dan Malaysia saling berkunjung baik untuk tujuan wisata maupun bisnis. Hal itu sangat positif pengaruhnya bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
Selain karena dekat secara geografis, sehingga cost perjalanannya lebih murah, Aceh dan Malaysia juga memiliki kedekatan budaya yang sangat erat,” ujar Nahrawi.
Lalu, kondisi itu berubah, sejak dua tahun lalu, di saat pandemi civid-19 menerpa dan semuanya terhenti.
“Maka saat ini seharusnya segalanya harus dimulai kembali. Pemerintah harus membuka kembali jalur penerbangan Internasional ke Aceh. Sekarang kalau kita mau ke Malaysia harus ke Medan dulu, dari Medan baru bisa ke Malaysia,” terang Nahrawi.
Selain banyak menghabiskan waktu, biaya yang dikeluarkan juga jadi lebih besar.
“Ini juga dikeluhkan oleh rekan-rekan pebisnis dari Malaysia yang ingin berkunjung ke Aceh” sebutnya.