Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Apkasindo Harap Ketua Kadin Aceh Bukan Kontraktor

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh menjadwalkan pelaksanaan musyawarah daerah (musda) ke 7 pada 1-3 Juni 2022

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MASRIZAL
Ketua Bidang Media Muntasir Hamid didampingi Sekretaris SC Iqbal Idris dalam konferensi pers di Kantor Kadin Aceh, Kamis (21/4/2022). 

BANDA ACEH - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh menjadwalkan pelaksanaan musyawarah daerah (musda) ke 7 pada 1-3 Juni 2022.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh berharap sosok Ketua Kadin Aceh ke depan berasal dari kalangan pengusaha investor bukan kontraktor.

"Terkait dengan pemilihan Ketua KADIN Aceh, Apkasindo berharap amanah memimpin Kadin Aceh diberikan pada pengusaha investor bukan pengusaha kontraktor," kata Sekretaris Apkasindo Aceh, Fadhli Ali di Banda Aceh, Minggu (15/5/2022).

Menurut Fadhli, pengusaha kontraktor akan menggunakan posisinya sebagai ketua Kadin untuk mendapatkan pekerjaan dari proyek pemerintah mulai APBN, APBA dan bahkan proyek APBK.

"Pengusaha model ini lah yang saya perhatikan memimpin Kadin Aceh selama ini.

Apakah itu boleh? Tentu saja boleh, setiap orang berhak jika mereka memenuhi kriteria yang dibuat oleh pansel dalam suksesi di tubuh Kadin," ujar dia.

Akan tetapi, sambung Fadhli, dunia usaha riel atau sektor riel di Aceh tidak menggeliat, kegiatan trader dan bisnis secara umum di Aceh begitu saja.

"Kadin Aceh bergerak tanpa gagasan besar.

Baca juga: Lokomotif KADIN Pendobrak Visioner

Baca juga: Apa Karya Bicara Tentang Kadin Aceh, Ini Harapan Mantan Menteri Pertahanan GAM

Tanpa geliat.

Terjadi stagnasi.

Nah, kami sebagai petani sawit berharap amanah ketua Kadin Aceh diberikan pada pengusaha investor," ujar Fadhli lagi.

Selain memiliki kemampuan finansial untuk menginvestasikan uangnya di Aceh, menurut Fadhli, pengusaha investor juga memiliki gagasan-gagasan besar dalam menghidupkan atau menggerakkan dunia usaha di Aceh.

Dengan demikian peran Kadin sebagai asosiasi pengusaha terasa berguna dalam memajukan kesejahteraan sosial dalam kehidupan masyarakat Aceh.

"Bagi kami petani, kehadiran Kadin setelah suksesi pemimpin di lembaga itu nanti diharapkan mampu mendorong hidup aktivitas ekonomi dipelabuhan utama Aceh, mampu mengkonsolidasi dan mengorganisir pengusaha PKS di Aceh agar melakukan ekspor CPO dari pelabuhan yang ada di Aceh," pesan dia.

Fadhli mengungkapkan bahwa Aceh saat ini memiliki lahan perkebunan kelapa sawit sekitar setengah juta hektare.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved