Minggu, 10 Mei 2026

Opini

Lokomotif KADIN Pendobrak Visioner

KAMAR Dagang dan Industri (KADIN) Aceh akan melaksanakan Musyawarah Daerah VII pada 1 sampai 3 Juni 2022 di Banda Aceh

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr Rita Meutia SE MSi Ak, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh 

Oleh Dr Rita Meutia SE MSi Ak, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh

KAMAR Dagang dan Industri (KADIN) Aceh akan melaksanakan Musyawarah Daerah VII pada 1 sampai 3 Juni 2022 di Banda Aceh.

Ajang regenerasi perkumpulan pedagang dan pengusaha tersebut menjadi perhatian banyak kalangan.

Dimana keberadaan komunitas ini sangat strategis dalam membangun perekonomian Aceh yang menjadi mitra pemerintah.

Aceh yang dikenal sebagai pendobrak berbagai inovasi kelembagaan untuk pembangunan secara nasional, seperti halnya keberadaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), cikal bakal keberadaan penerbangan Garuda Indonesia yang berasal dari sumbangan dua pesawat Dakota Republik Indonesia, lahirnya Majelis Ulama Indonesia, lahirnya Ibu Kota Jakarta, hingga perjuangan terhadap Indonesia Merdeka.

Sikap patriotik Aceh dalam berkarya hingga melahirkan banyak prestasi buat anak bangsa, tidak pernah diragukan oleh kawan maupun lawan.

Karya nyata dilahirkan sejalan dengan sugesti yang dibekali oleh Rasulullah saw merupakan modal utama dalam membangun peradaban bangsa sesuai syariah.

Kerajaan Aceh pernah berkuasa dari Sumatera hingga Malaka Asia Tenggara, sehingga namanya harum hingga ke Eropa dari perdagangan yang dilakonkan dengan jujur dan profesional.

Keandalan dari perdagangan merupakan pembelajaran yang dicontohkan Nabi Muhammad saw merupakan ilmu yang sangat berbekas dalam hati Umat Muslim, sehingga Aceh pernah mengalami puncak kejayaan saat Kerajaan Samudera Pasai Malikussaleh hingga Sultan Iskandar Muda.

Dengan visi yang mumpuni dan kinerja dengan kedisiplinan tinggi serta kejujuran menjadikan berbagai bisnis yang dijalankan memperoleh dukungan luar biasa dari berbagai pihak.

Kerja cerdas dan berani bertindak di luar kotak regulasi yang ada, merupakan salah satu sikap inovasi yang harus ada dalam tubuh Kadin Aceh ke depan.

Baca juga: Apkasindo Harap Ketua Kadin Aceh Sosok Pengusaha Investor, Bukan Kontraktor, Ini Alasannya

Baca juga: Apa Karya Bicara Tentang Kadin Aceh, Ini Harapan Mantan Menteri Pertahanan GAM

Agar komunitas ini benar-benar menjadi mitra pemerintah yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

Stigma negatif terhadap KADIN sebagai Komunitas Penunggu Kegiatan Pemerintah Aceh (KPK-PA) perlu dihilangkan.

Sebagai mitra, KADIN harus mampu memberikan solusi agar pemerintah terpandu untuk dapat membuka jalur perdagangan lebih luas lagi hingga ke mancanegara.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat pandemi covid sudah melebarkan pangsa pasarnya ke berbagai negara.

Sehingga tidaklah berlebihan, apabila para saudagar Aceh harus mampu melanjutkan kembali usahanya ke berbagai penjuru dunia sebagai mana yang telah dilakukan Kesultanan Aceh dahulu.

KADIN Aceh harus mampu memantapkan perannya terhadap kepentingan dunia usaha beserta seluruh stakeholders-nya.

Berkaitan dengan pembuatan dan implementasi kebijakan tidak hanya sebagai mitra pemerintah dan dunia usaha, namun harus mampu mengembangkan jejaring usaha ke berbagai belahan dunia dengan implementasi yang nyata.

Kerja sama dengan komunitas bisnis internasional yang relevan dan strategis sejalan seperti program industrialisasi wisata syariah yang potensinya sangat besar perlu ada aksi nyata.

Menggaet para pebisnis luar agar mau masuk ke Aceh yang memang daerahnya sudah sangat kondusif perlu dilakukan Investasi asing langsung atau “Foreign Direct Investment (FDI)” yang dapat meningkatkan ekspor serta memperoleh ilmu dan teknologi serta pengalaman terhadap pengusaha lokal yaitu “transfer of knowledge and technology” yang signifikan perlu diupayakan lebih serius oleh Kadin Aceh.

Eksplorasi minyak dan gas alam yang pernah dilakukan Pertamina di Aceh yang kini selesai sudah, KADIN perlu melanjutkan dengan berupaya maksimal dalam mengajak para investor asing untuk menanam modal di Aceh.

Kerja sama yang pernah dilakukan dan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Andaman-Nicobar perlu ditindaklanjuti dengan serius.

Potensi jalur perdagangan yang sangat menguntungkan dari sisi geografis untuk Aceh hendaknya dapat dimanfaatkan dengan optimal, agar perputaran roda ekonomi perdagangan dapat ditingkatkan dalam rangka pengumpulan pundi-pundi devisa negara.

Kadin harus mampu bersinergi dengan dunia pendidikan dan serikat pekerja dalam menciptakan ‘tenaga siap pakai’ sebanyak mungkin, dimana saat pencanangan investasi baru tidak harus didatangkan tenaga kerja dari luar.

Sehingga pepatah yang memilukan yang pernah terjadi di Tanah Serambi Mekah yaitu “buya kreung tedeong-deong, buya tamong meraseki” tidak terulang kembali.

Reputasi dan kemandirian KADIN Aceh ke depan harus mampu ditegakkan sebagai organisasi dunia usaha dalam berbagai aspek baik institusi, keuangan pelayanan masyarakat, dukungan politik, kerja sama internasional serta kepemimpinan yang mumpuni.

Keberadaan komunitas saudagar ini harus dapat memberikan penerang agar pemerintah mampu bersinergi dalam membangun infrastruktur industri yang lebih mumpuni.

Pendanaan pemerintah daerah dalam skala masif hendaknya diarahkan untuk pembangunan jangka panjang dan signifikan dalam membangun industri di sektor-sektor strategis seperti pangan, infrastruktur, energi terbarukan, perumahan dan lain sebagainya terutama yang menyentuh pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah.

Dukungan dari KADIN yang dapat menimbulkan empati terhadap pembangunan masyarakat seutuhnya perlu dilakukan.

Untuk dapat merealisasikan program mulia tersebut di atas, maka diperlukan sosok lokomotif yang mampu menyetir dengan lembut, sehingga dapat membawa gerbong para saudagar kepada kerja nyata yang dapat membangun fondasi ekonomi Aceh yang lebih baik lagi ke depan.

Kesuksesan yang pernah ditoreh para pebisnis Aceh masa lampau sekaligus menyebarkan agama tauhid yang rahmatan lil alamin perlu diraih kembali.

Potensi Aceh dengan sumber daya alam yang melimpah perlu dikelola dengan memunculkan rasa syukur.

Jangan sampai rahmat luar biasa tersebut diselewengkan, sehingga keberkahan akan sirna yang akan membuat masyarakat selalu berada dalam belenggu kemiskinan.

Diperlukan sosok juragan yang visioner untuk memimpin komunitas saudagar kearah yang lebih produktif dan mampu mengangkat perekonomian Aceh lebih maju.

Dari potensi alam seperti tambang emas, batubara, minyak bumi dan gas alam masih banyak yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Begitu juga terhadap potensi sawit yang hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) yaitu minyak nabati hasil produksi ekstraksi kelapa sawit sebagai bahan baku untuk menghasilkan pangan dan non-pangan merupakan salah satu komoditi unggul.

Produk turunan dari CPO perlu dilakukan agar timbul berbagai industri dari kelapa sawit tersebut.

Posisi Aceh yang sangat strategis yaitu sebagai pintu masuk jalur perdagangan internasional, tentu berpeluang besar untuk mendirikan berbagai industri di sepanjang pantai.

Peluang yang sangat seksi tersebut merupakan salah satu program unggulan dari kepengurusan KADIN Aceh ke depan.

Program-program besar seperti itulah yang seharusnya digerakkan oleh komunitas pengusaha dalam membangun Aceh yang lebih bermartabat.

Momentum musyawarah KADIN Aceh VII seharusnya mengesahkan berbagai program yang dapat mengembalikan marwah kaum saudagar Aceh yang telah menapaki pembangunan peradaban manusia era kesultanan Aceh.

Hendaknya lokomotif ke depan adalah sosok yang mampu membangun fondasi industri dan jejaring perdagangan internasional.

Jangan sampai yang dimunculkan sosok yang orientasinya sebatas pencari proyek APBD atau pengelola BUMD.

Mereka yang telah terbukti memiliki usaha yang dapat menguatkan fondasi jejaring perdagangan internasional seharusnya diberi kesempatan untuk melokomotif KADIN Aceh ke depan, agar tagline “Aceh Hebat” yang di gadang Gubernur Aceh benar-benar terealisir.

Kaum saudagar harus menjadi mitra pemerintah dalam mengangkat kembali Aceh yang tenggelam pada pusaran lautan kemiskinan.

Baca juga: Muhammad Ikbal Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Kadin Aceh, Cek Mada: Baru Satu Calon Mendaftar

Baca juga: T. Taufiqulhadi : Sosok Ismail Rasyid Tepat Jadi Ketua KADIN Aceh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved