Minggu, 10 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Menggenjot Promotif-Preventif: Solusi Menyelamatkan Fiskal Kesehatan Aceh

Dalam tekanan fiskal seberat itu, memilih siapa yang ditanggung dan siapa yang tidak adalah pilihan yang menyakitkan. 

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
SOLUSI PROMOTIF PREVENTIF - Dokter Masry, seorang dokter spesialis anestesi, pemerhati sosial politik, dan olahraga mengupas soal promotif-preventif dalam mengantisipasi minimnya fiskal kesehatan di Aceh. 

Oleh: dr Masry

SEBUAH angka menggelisahkan mengemuka dalam Rapat Koordinasi Gubernur Aceh pada 23 April 2026 lalu. 

Dari total 5,7 juta penduduk Aceh, hanya 604.446 jiwa yang kini resmi ditanggung Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai 1 Mei 2026. 

Padahal pada 2022, JKA menanggung sekitar 2,2 juta jiwa dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun. 

Kini anggarannya anjlok ke kisaran Rp283–530 miliar--penyusutan lebih dari 60 persen hanya dalam empat tahun.

Pemerintah Aceh punya alasan yang tidak bisa ditolak.

Yakni Dana Otonomi Khusus (Otsus) dipangkas 50 persen, sehingga APBA merosot dari hampir Rp20 triliun menjadi sekitar Rp11 triliun. 

Dalam tekanan fiskal seberat itu, memilih siapa yang ditanggung dan siapa yang tidak adalah pilihan yang menyakitkan. 

Tapi apakah kita sudah bertanya pertanyaan yang benar?

Pertanyaan yang seharusnya kita ajukan bukan hanya: Siapa yang mampu kita tanggung?

Melainkan: Mengapa biaya yang harus kita tanggung terus membengkak?

Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Bahas Isu Ekonomi hingga Persoalan JKA bersama Ulama

Jebakan Sistem Kuratif

Sejak awal, JKA dirancang dengan logika yang sama seperti asuransi pada umumnya: bayar premi, klaim saat sakit. 

Sistem ini bekerja dengan asumsi bahwa jumlah orang sakit relatif terkendali. 

Masalahnya, ketika promotif dan preventif diabaikan, asumsi itu runtuh.

Data BPJS Kesehatan secara nasional menunjukkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung, mendominasi klaim terbesar. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved