Internasional
Universitas Naif Arab Saudi dan Universitas Kepolisian Korsel Cari Metode Memerangi Terorisme
niversitas Naif Arab Saudi untuk Ilmu Keamanan dan Universitas Kepolisian Nasional Korea Selatan menyelenggarakan lokakarya di Cheonan, Korsel.
SERAMBINEWS.COM, SEOUL - Universitas Naif Arab Saudi untuk Ilmu Keamanan dan Universitas Kepolisian Nasional Korea Selatan menyelenggarakan lokakarya di Cheonan, Korsel.
Mereka membahas metode memerangi terorisme dalam tema: “Metode dan Strategi Menghadapi Bahaya Drone di Lokasi Penting dan Tetap Berada di Depan Perkembangan Teknis dan Risiko Keamanan."
Lokakarya dimulai pada 16 Mei hingga 21 Mei 2022, bekerja sama dengan Kantor Kontra-Terorisme PBB.
Kegiatan diselenggarakan oleh NAUSS sebagai bagian dari program tahunan yang bertujuan mengembangkan kemitraan strategis internasional dalam memerangi terorisme.
Dari dunia Arab, Arab Saudi, Jordania, Somalia, Mauritania, Qatar, Bahrain, Oman, dan Libya ikut serta dalam lokakarya dengan tujuan memperkuat upaya internasional untuk mengatasi risiko drone.
Dilansir ArabNews, Selasa (17/5/2022), workshop membahas beberapa tema penting di bidang manfaat drone dan risiko keamanan.
Baca juga: Serangan Menara Kembar New York 11 September 2001, Jadi Alasan China Tuduhkan Terorisme ke Uighur
Peserta diajarkan manfaat perangkat sebagai alat keamanan, prosedur untuk memerangi penyalahgunaan, pemantauan pencitraan termal, sistem deteksi, analisis kecelakaan, dan evaluasi risiko.
Presiden NAUSS Dr. Abdulmajeed bin Abdullah Al-Bunyan berterima kasih kepada Universitas Kepolisian Nasional karena menjadi tuan rumah lokakarya.
Terutama mengingat meningkatnya risiko keamanan terkait drone dan serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang menargetkan infrastruktur dan keamanan.
Dia mengatakan lokakarya ini bertujuan mengembangkan pengetahuan untuk memahami kemampuan drone, mengidentifikasi ancaman dan cara menghadapinya.
Kemudian, solusi dan metode pengambilan keputusan dalam perencanaan untuk menghadapi tantangan, melindungi fasilitas dan membedakan antara klasifikasi drone, perintah, fungsinya, perangkat dan programnya.”
Lokakarya ini menargetkan kader kementerian dalam negeri di negara-negara Arab, aparat penegak hukum, serta pakar dari lembaga keamanan dan otoritas anti-terorisme.
Baca juga: Satu Dari 25 Muslim Uighur Dihukum Dengan Terorisme, Xinjiang Jadi Penjara Terpadat di Dunia
Program pelatihan NAUSS dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab dan strategi universitas 2019-2023 sebagai badan ilmiah Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi.
Hal itu dipercayakan dengan mempersiapkan, menyajikan dan mengembangkan program pelatihan khusus dengan keandalan global.
Drone pertama kali digunakan di lingkungan militer pada 1960-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Universitas-Arab-Saudi-dan-Korsel.jpg)