Berita Aceh Utara

Cegah Penularan Wabah PMK, Aceh Utara Butuh 20 Ribu Vaksin, Sementara 139 Ternak Terindikasi PMK

Vaksin ini diperlukan untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak di kabupaten Aceh Utara.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Sekretaris Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara, Drh Muzakir 

Vaksin ini diperlukan untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak di kabupaten Aceh Utara.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pihak Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara membutuhkan 20 ribu vaksin. 

Vaksin ini diperlukan untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak di kabupaten Aceh Utara.

Apalagi, ternak yang terindikasi PMK tersebut terus bertambah sejak kasus itu ditemukan di Aceh Utara

Data diberitakan sebelumnya, sapi di Aceh Utara yang terindikasi PMK pada hari ketujuh, Selasa (17/5/2022), di Aceh Utara terus bertambah. 

Kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan.

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah. 

Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara, Ir Lilis Indriansyah melalui Sekretaris Drh Muzakir kepada Serambinews.com,Rabu (18/5/2022) menyebutkan hingga kemarin jumlah ternak yang terindikasi PMK sudah mencapai 139 ekor yang tersebar dalam 12 kecamatan.

Artinya terjadi penambahan 55 ekor dalam dua hari terakhir ini. 

Masing-masing, di Kecamatan Langkahan 7 ekor, Baktiya 8 ekor,Tanah Jambo Aye 9 ekor, Lhoksukon 73 ekor, Seunuddon dan Kecamatan Tanah Luas masing-masing satu ekor. Kemudian Meurah Mulia dan Nisam Antara masing-masing 2 ekor, Kecamatan Dewantara 4 ekor, Cot Girek 8 ekor dan Muara Batu 3 ekor. 

“Jadi untuk mencegah penularan wabah PMK tersebut kita membutuhkan vaksin mencapai 20 ribu lebih atau 20 persen dari jumlah total populasi ternak di Aceh Utara,” ujar Muzakir. 

Karena saat ini Disbunnak dan Keswan di Aceh Utara belum memiliki vaksin untuk suntik kepada ternak yang masih sehat sehingga tidak tertular. 

Sebab penularan wabah PMK tersebut bisa terjadi sangat cepat jika ternak yang sudah terindikasi tidak diisolasi. Penyebaran bisa terjadi lewan air mulut, kemudian gigitan nyamuk, kemudian lalat dan juga dapat terbawa melalui angin. 

“Tapi penyakit tersebut dapat disembuhkan dan itu selama ini petugas terus turun ke lapangan untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk penangananya,” kata Muzakir.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved