Berita Aceh Utara

Aceh Utara Butuh 20 Ribu Vaksin Antisipasi Penularan Wabah PMK

Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara membutuhkan 20 ribu vaksin untuk mencegah penularan wabah Penyakit

Editor: bakri
Foto: Dok Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
Petugas Disbunnak dan Keswan Aceh Utara menyemprot desinfektan pada mobil yang digunakan mengangkut ternak. 

LHOKSUKON – Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara membutuhkan 20 ribu vaksin untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kabupaten tersebut.

Apalagi, ternak yang terindikasi PMK tersebut terus bertambah sejak kasus itu ditemukan di Aceh Utara.

Data diberitakan sebelumnya, sapi di Aceh Utara yang terindikasi PMK pada hari ketujuh, Selasa (17/5/2022) terus bertambah.

Kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Gampong Langkahan, Kecamatan Langkahan.

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah.

Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara, Ir Lilis Indriansyah melalui Sekretaris Drh Muzakir kepada Serambi, Rabu (18/5/2022), menyebutkan, hingga kemarin jumlah ternak yang terindikasi PMK sudah mencapai 139 ekor yang tersebar dalam 12 kecamatan.

Artinya, terjadi penambahan 55 ekor dalam dua hari terakhir ini.

Masing-masing di Kecamatan Langkahan 7 ekor, Baktiya 8 ekor, Tanah Jambo Aye 9 ekor, Lhoksukon 73 ekor, Seunuddon dan Kecamatan Tanah Luas masing-masing satu ekor.

Kemudian, Meurah Mulia dan Nisam Antara masing-masing 2 ekor, Kecamatan Dewantara 4 ekor, Cot Girek 8 ekor dan Muara Batu 3 ekor.

“Jadi, untuk mencegah penularan wabah PMK itu, kita membutuhkan vaksin mencapai 20 ribu lebih atau 20 persen dari jumlah total populasi ternak di Aceh Utara,” ujar Muzakir.

Baca juga: PMK Meluas di Aceh Besar, 174 Sapi di 9 Kecamatan Terinfeksi Virus Mulut Kuku

Baca juga: Gawat! Wabah PMK di Aceh Tamiang Mulai Menyerang Kerbau, Tiga Ekor Ternak Mati di Kejuruanmuda

Saat ini, Disbunnak dan Keswan di Aceh Utara belum memiliki vaksin untuk suntik kepada ternak yang masih sehat sehingga tidak tertular.

Sebab, penularan wabah PMK tersebut bisa terjadi sangat cepat jika ternak yang sudah terindikasi tidak diisolasi.

Penyebaran bisa terjadi lewan air mulut, gigitan nyamuk, kemudian lalat dan juga dapat terbawa melalui angin.

“Tapi penyakit tersebut dapat disembuhkan dan itu selama ini petugas terus turun ke lapangan untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk penangananya,” kata Muzakir.

Hanya saja di Disbunnak dan Keswan Aceh Utara belum memiliki stok obat lagi, sehingga ini yang menjadi kesulitan bagi petugas ketika di lapangan.

Ditambahkan, jumlah sapi di Aceh Utara mencapai 11.800 ekor dan kerbau 5.828 ekor yang tersebar dalam 27 kecamatan.

Terbanyak sapi di Kecamatan Cot Girek yang mencapai 9.881 ekor dan Baktiya 9.652 ekor.

Sedangkan kerbau terbanyak juga di Kecamatan Baktiya yang mencapai 1.692 ekor.

Lakukan Pengawasan

Kapolres Aceh Utara, AKBP Rizal Faisal melalui Kapolsek Tanah Luas, Ipda Hendra Jamiswar kepada Serambi, menyebutkan, petugas Rabu kemarin melakukan pengawasan, penyuntikan vaksin Lumpy Skin Disease (LSD), sekaligus sosialisasi kepada masyarakat pemilik ternak sapi terkait virus PMK pada ternak sapi di Gampong Teupin Mee, Kecamatan Tanah Luas.

Kegiatan itu melibatkan tim gabungan Personel Polsek Tanah Luas beserta petugas Kesehatan Hewan Tanah Luas.

Menurut Kapolsek Tanah Luas, di Teupin Mee tidak didapati sapi yang terindikasi mengalami PMK.

“Tim melaksanakan vaksinasi LSD terhadap 47 ekor sapi jantan dan betina gabungan dari 14 orang peternak yang ada dalam Gampong Teupin Mee, guna mencegah ternak sapi mengalami penyakit,” kata Ipda Hendra.

Ditambahkan, kemudian tim melaksanakan sosialisasi sekaligus imbauan kepada seluruh pemilik ternak sapi berupa langkah ataupun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit PMK.

“Alat-alat yang digunakan terkait dengan perawatan ternak agar dijaga kebersihannya, kemudian mengontrol ternak pada saat diluar kandang agar diikat dan tidak dilepaskan secara sembarangan,” pungkas Ipda Hendra. (jaf)

Baca juga: Ternak Terindikasi Virus PMK di Bireuen Mencapai 256 Ekor, Jeunieb Paling Banyak

Baca juga: Distanpan dan Polres Abdya Semprot Kandang Ternak Warga, Kabid Peternakan: Wabah PMK Masih Nihil 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved