Wawancara Eksklusif
Pj Gubernur Kuasa Presiden, Tugas Birokrat Berbuat Terbaik
Dr Drs Safrizal ZA MSi, tak menyangkal saat disebut namanya masuk dalam ‘bursa’ kandidat Penjabat (Pj) Gubernur Aceh
Tugas pertama saya di PNS jadi lurah Kota Lhokseumawe, waktu itu umur saya 24 tahun.
Tamat IPDN ada tugas lain dulu sebenarnya, dua tahun di Surabaya, pernah tugas di Madura, lalu kembali ke Aceh jadi lurah.
Kemudian, saya nggak mau tugas lama-lama karena masih muda, jadi lurah dua tahun minta izin sekolah, tahun 96 sampai 98, kemudian pulang, 98 ikut pendidikan di daerah lagi.
Tahun 2001 saya sekolah lagi ke Jakarta hingga masuk ke Kemendagri tahun 2022.
Pernah jadi Pj Gubernur?
Selama Februari hingga September (2021) saya ditugaskan sebagai Pj Gubernur Kalsel.
Syarat jadi Pj Gubernur itu harus JPT Madya atau eselon I.
Katannya suka kerja sampai malam?
Iya, mungkin karena terbawa dari dulu.
Sejak jadi lurah saya selalu kerja malam-malam, jadi camat juga begitu.
Sampai sekarang sudah jadi Dirjen juga pulang malam, waktu siang habis untuk tamu dan rapat-rapat.
Istri orang Aceh juga Pak?
Iya, orang Banda Aceh.
Saya punya empat anak.
Dua besar dua kecil, dua laki dua perempuan, satu sudah tamat kuliah, satu sudah kuliah, satu SMP di pesantren, satu masih di Al-Azhar, masih kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SAFRIZAL-ZA-Dirjen-Bina-Adwil-Kemendagri.jpg)