Minggu, 3 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Pj Gubernur Kuasa Presiden, Tugas Birokrat Berbuat Terbaik

Dr Drs Safrizal ZA MSi, tak menyangkal saat disebut namanya masuk dalam ‘bursa’ kandidat Penjabat (Pj) Gubernur Aceh

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
SAFRIZAL ZA, Dirjen Bina Adwil Kemendagri 

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dijen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Dr Drs Safrizal ZA MSi, tak menyangkal saat disebut namanya masuk dalam ‘bursa’ kandidat Penjabat (Pj) Gubernur Aceh.

Namun, dia menegaskan bahwa penunjukan Pj gubernur di seluruh Indonesia temasuk Aceh pada Juli mendatang adalah wewenang Presiden Republik Indonesia.

Sebagai birokrat, mantan lurah di Lhokseumawe tahun 1994 silam ini mengaku hanya diperintahkan untuk melakukan kerja-kerja terbaik sebagai pengabdiannya kepada negara.

Jikapun ditunjuk, Safrizal mengaku akan melakukan yang tebaik untuk Aceh, konon lagi Aceh adalah tanah kelahirannya.

Lantas apa yang akan dilakukan Safrizal dan bagaimana pula kiat-kiat sukses ala Safrizal hingga menjadi putra Aceh yang meraih eselon tertinggi di Kemendagri RI.

Berikut petikan wawancara eksklusif Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, didampingi Direktur Yayasan Adovkasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH, dengan Safrizal ZA, di Jakarta yang dirangkum wartawan Serambi Indonesia, Subur Dani.

Apa Kabar Pak Safrizal?

Alhamdulillah sehat wal afiat.

Terima kasih ini, sudah dikunjugi oleh Serambi Indonesia, media paling gahar di Serambi Mekkah, paling oplah.

Baca juga: Dirjen Safrizal ZA Sebut Pejabat Fungsional Damkar dan Analis Kebakaran Mulai Peroleh Tunjangan

Baca juga: Burhan Alpin, Tokoh Masyarakat Tengah Tenggara Harap Pusat Tunjuk Safrizal sebagai Pj Gubernur Aceh

Ada kesan khusus dengan Serambi?

Saya boleh dikata ketika mulai bertugas dulu, seperti lahir bersama Serambi.

Waktu saya lurah di Lhokseumawe selalu memulai dengan membaca Serambi.

Dulu di Lhokseumawe ada keude atra, di situ bercampur, ada pejabat, politisi, LSM, termasuk para agen, agen moto, semuanya mengantre membaca koran Serambi Indonesia.

Itu kenangan, saya jadi lurah tahun 1994, sudah cukup lama.

Memulai karier PNS dari lurah?

Tugas pertama saya di PNS jadi lurah Kota Lhokseumawe, waktu itu umur saya 24 tahun.

Tamat IPDN ada tugas lain dulu sebenarnya, dua tahun di Surabaya, pernah tugas di Madura, lalu kembali ke Aceh jadi lurah.

Kemudian, saya nggak mau tugas lama-lama karena masih muda, jadi lurah dua tahun minta izin sekolah, tahun 96 sampai 98, kemudian pulang, 98 ikut pendidikan di daerah lagi.

Tahun 2001 saya sekolah lagi ke Jakarta hingga masuk ke Kemendagri tahun 2022.

Pernah jadi Pj Gubernur?

Selama Februari hingga September (2021) saya ditugaskan sebagai Pj Gubernur Kalsel.

Syarat jadi Pj Gubernur itu harus JPT Madya atau eselon I.

Katannya suka kerja sampai malam?

Iya, mungkin karena terbawa dari dulu.

Sejak jadi lurah saya selalu kerja malam-malam, jadi camat juga begitu.

Sampai sekarang sudah jadi Dirjen juga pulang malam, waktu siang habis untuk tamu dan rapat-rapat.

Istri orang Aceh juga Pak?

Iya, orang Banda Aceh.

Saya punya empat anak.

Dua besar dua kecil, dua laki dua perempuan, satu sudah tamat kuliah, satu sudah kuliah, satu SMP di pesantren, satu masih di Al-Azhar, masih kecil.

Ramai orang Aceh di Kemendagri?

Tanpa bermaskud primordial, mungkin kali ini Aceh rekor, ada satu orang eselon satu (saya) dan ada enam eselon dua.

Itu yang saya ingat.

Ini rekor paling banyak dalam periode ini, dalam sejarah orang Aceh lah.

Disebut-sebut sebagai kandidat Pj Gubernur Aceh, apa tanggapannya?

Mungkin karena saya orang Aceh ya, makanya disebut kuat.

Saya lahir di Aceh berkarier separuh di Aceh, separuh di Jakarta.

Pernah menjadi Pj Gubernur juga.

Dalam konteks tugas, juga lebih dari separuh mengurus Aceh.

Tapi pada hakikatnya semuanya kuasa Presiden, semuanya ada pada tandatangan Presiden, kan birokrasi berbuat yang terbaik.

Kalau kita dipilih ya lakukan yang terbaik, kalau tidak dipilih kita kembali kepada iradat Allah, mungkin cara Allah memisahkan kita dari marabahaya, semuanya rahasia Allah melalui tanda tangan presiden.

Kalau ditanya konsep ya kita siapkan, kalau tidak mungkin dipelajri dari track record kita.

Ini kuasa presiden.

Ini administrasi bukan politis.

Kalau ditunjuk apa yang akan Anda lakukan untuk Aceh?

Tentu di mana pun kita bertugas kita pasti harus ada targetnya.

Misal saat ditunjuk sebagai Pj Gubernur Kalsel, itu ada empat terget, saya diperintahkan rehab rekons setelah banjir hingga pemulihan ekonomi.

Alhamdulillah semuanya lancar.

Demikian juga jika ditunjuk ke Aceh, kalau ditugaskan ya harus tahu dulu persolan Aceh apa? Satu, pernah kita dengar ketidak harmonisan eksekutif dan legislaitf yang menyebabkan banyak hal, seperti proses pembangunan terhambat, membuat serapan anggaran menjadi tidak maksimal.

Ya kita rarus meniciptakan kerja sama semua pihak, forkopimda termasuk pelibatan masyarakat.

Apa priotirasnya?

Statistik menyebutkan kita miskin, ini yang harus kita periksa, apa indikator dan masalahnya.

Kita periksa satu persatu.

Kita juga haus fokus pada anggaran, fokus pada soal-soal yang kita hadapi, jangan sampai saket ulee jok ubat saket pruet.

Ini harus dijelaskan, baik kepada DPRA, bupati dan wali kota.

Dijelaskan kepada publik juga kepada pers.

Apa kiat sukses menjadi birokrat seperti Pak Safrizal?

Orang sukses punya pengalaman masing-masing.

Mungkin saya bukan satu-satunya.

Kalau saya suka bekerja keras, saya nggak pulang dulu sebelum selesai.

Kedua, selain kerja keras ya harus fokus, ada yang bekerja keras tapi tidak fokus, kalau fokus aja nggak buat apa-apa juga tidak jalan juga.

Ketiga jaringan, cari kawan sebanyak-banyaknya. (*)

Baca juga: Keluarga Aceh Kalsel Bangga Sosok Safrizal ZA jadi Pj Gubernur

Baca juga: Dirjen Safrizal ZA: Transformasi Digital dalam Organisasi Layanan Publik Butuh Tahapan Perubahan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved