Berita Aceh Timur

Ratusan Sapi di Aceh Timur Terjangkit Cacar

Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur menyatakan ratusan ternak sapi di kabupaten itu positif mengidap penyakit lumpy skin disease

Editor: bakri
Foto Dok Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan Kementerian Pertanian RI pada Minggu (15/5/2022) mengambil sampel cairan di mulut dan sampel darah pada sapi di Aceh Utara terindikasi PMK. 

IDI - Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur menyatakan ratusan ternak sapi di kabupaten itu positif mengidap penyakit lumpy skin disease (LSD) atau cacar.

"Selain ancaman penyakit mulut dan kuku atau PMK, di Aceh Timur juga sedang mewabah penyakit LSD atau lebih dikenal cacar pada sapi," kata Kepala Seksi Budi Daya Pengembangan Kawasan dan Penyebaran Ternak Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur, Herryza, Selasa (17/5/2022).

Herryza mengatakan, jumlah sapi positif LSD tersebut yang tercatat mencapai 678 ekor.

Tim Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur terus berupaya menangani sapi positif LSD tersebut dengan menyuntikan vaksin.

"Sampai saat ini, sudah seribu dosis vaksin yang diberikan untuk sapi yang sudah dinyatakan positif berdasarkan hasil laboratorium maupun yang baru memiliki gejala," kata Herryza.

Selain memberikan vaksin, kata Herryza, pihaknya kemungkinan akan menutup sementara pasar hewan dalam rangka mencegah penyebaran wabah penyakit yang telah menyerang ratusan ekor sapi tersebut.

"Selain menutup pasar hewan, kami juga akan menghentikan sementara lalu lintas pengiriman atau ternak yang masuk ke Aceh Timur baik sapi, kambing, kerbau dan domba," kata Herryza.

Baca juga: Cegah Penularan Wabah PMK, Aceh Utara Butuh 20 Ribu Vaksin, Sementara 139 Ternak Terindikasi PMK

Baca juga: Distanpan dan Polres Abdya Semprot Kandang Ternak Warga, Kabid Peternakan: Wabah PMK Masih Nihil 

Herryza mengimbau masyarakat tidak perlu panik dengan adanya penyakit pada hewan yang mewabah sekarang ini.

Sebab, penyakit LSD maupun PMK tidak menular dan tidak berbahaya bagi manusia.

"Virus yang menyerang sapi saat ini tidak berbahaya bagi manusia.

Hanya saja perlu diwaspadai dengan cara menjaga jarak dan saat bersentuhan harus segera dibersihkan dengan air,” kata Herryza. (ant)

Baca juga: Distan Aceh Tenggara Pantau Wabah PMK di Babussalam, Riskan: Alhamdulillah Kasus Masih Nihil

Baca juga: Gawat! Wabah PMK di Aceh Tamiang Mulai Menyerang Kerbau, Tiga Ekor Ternak Mati di Kejuruanmuda

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved