Berita Lhokseumawe
Tersisa Dua Gerhana Pada Tahun 2022 Ini, Ada yang Bisa Disaksikan di Aceh
Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail Is, Kamis (19/5/2022), menjelaskan, di tahun 2022...
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail Is, Kamis (19/5/2022), menjelaskan, di tahun 2022, secara global terjadi empat kali gerhana, yakni dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai hasil kajian ilmu falak, sepanjang tahun 2022 ini terjadi empat kali gerhana.
Namun dua kali gerhana sudah terjadi, yakni gerhana matahari parsial, 1 Mei 2022 M, 29 Ramadhan 1443 H dan gerhana bulan total, 16 Mei 2022 M, 15 Syawal 1443 H hari ini.
Sehingga kini, hanya tersisa dua kali gerhana lagi.
Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail Is, Kamis (19/5/2022), menjelaskan, di tahun 2022, secara global terjadi empat kali gerhana, yakni dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan.
Baca juga: Hari Ini Terjadi Gerhana Bulan Total
Rinciannya:
1.Gerhana Matahari Parsial, 1 Mei 2022 M, 29 Ramadhan 1443 H (sudah berlangsung).
2. Gerhana Bulan Total, 16 Mei 2022 M, 15 Syawal 1443 H (sudah berlangsung).
3. Gerhana Matahari Parsial, 25 Oktober 2022 M, 29 Rabiul Awal 1444 H.
4. Gerhana Bulan Total, 8 November 2022 M, 14 Rabiul Akhir 1444 H.
Jadi, pada tahun 2022, masih ada dua kali lagi gerhana.
Baca juga: Besok Terjadi Gerhana Bulan Total, Bisa Terlihat di Langit Aceh? Ini Penjelasan Ahli Falak
Dari dua kali gerhana yang tersisa pada tahun 2022, hanya satu gerhana yang bisa disaksikan di langit Aceh, yakni gerhana bulan total yang akan terjadi pada tanggal 8 November 2022 M bertepatan pada malam purnama 14 Syawal 1444 H mulai pukul 16.09.57 WIB sampai pukul 19.48.33 WIB.
Gerhana bulan total ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia, saat bulan terbit di ufuk timur sampai peristiwa gerhana selesai.
Untuk diketahui, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain.
Seperti terhalang cahaya matahari oleh bulan yang menyebabkan terjadinya gerhana matahari dan terhalang cahaya matahari oleh bumi yang menyebabkan gerhana bulan.
Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).
Namun, tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.
Baca juga: Blood Moon Terjadi Akhir Pekan Ini, Ketahui Perbedaannya dengan Gerhana Bulan pada Umumnya
Hal ini disebabkan, bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari.
Seandainya bidang orbit bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan di setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.
Gerhana matahari dikenal ada empat jenis :
Pertama gerhana matahari total, dimana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan, sehingga matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah.
Kedua gerhana parsial, dimana saat puncak gerhana terjadi hanya sebagian piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan.
Ketiga gerhana cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan matahari saja, sehingga matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam.
Keempat gerhana hibrida, dimana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat berbentuk gerhana cincin.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Pada 16 Mei 2022 tak Terlihat di Langit Aceh, Ini Sebabnya
Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.
Untuk gerhana bulan dikenal ada tiga macam jenisnya.
Pertama, gerhana bulan total, dimana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) Bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan.
Kedua gerhana bulan sebagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra).
Ketiga gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai kedalam bayang inti (bayang umbra).
Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya.
Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Terjadi pada 16 Mei 2022, Begini Hasil Kajian Pakar Astronomi
Jumlah gerhana sejak tahun 2017
Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail Is, juga menjelaskan, sesuai data yang dimilikinya, sejak tahun 2017 hingga 2021, atau selama lima tahun ini, terjadi gerhana sebanyak 23 kali, baik itu berupa gerhana matahari maupun gerhana bulan.
Rinciannya :
- Tahun 2017 terjadi gerhana sebanyak empat kali. Dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan, yakni:
1. Gerhana matahari cincin , terjadi 26 Februari 2017 pukul 21.53.36 WIB.
2. Gerhana matahari total, terjadi pada 22 Agustus 2017 pukul 01.26.01 WIB.
3. Gerhana bulan penumbra, terjadi pada 11 Februari 2017 pukul 05.35.58 WIB.
4. Gerhana bulan parsial, terjadi pada 7 Agustus 2017 pukul 22.51.21 WIB.
Baca juga: Gerhana Bulan dan Matahari Diprediksi Kembali Terjadi Pada Mei 2022, Begini Hasil Kajian Ilmu Falak
- Tahun 2018 terjadi gerhana sebanyak empat kali. Dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan. Yakni :
1. Gerhana matahari parsial, terjadi pada 16 Februari 2018 pukul 03.51.30 WIB.
2. Gerhana matahari parsial, terjadi pada 11 Agustus 2018 pukul 16.46.49 WIB.
3. Gerhana bulan total, terjadi pada 31 Januari 2018 pukul 17.52.28 WIB
4. Gerhana bulan total, 28 Juli 2018 pukul 00.15.41 WIB.
- Pada 2019 terjadi lima kali gerhana. Tiga kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan.
1. Gerhana matahari parsial, terjadi pada 6 Januari 2019 pukul 08.41.25 WIB.
2. Gerhana matahari total, terjadi pada 3 Juli 2019 pukul 02.22.41 WIB.
3. Gerhana matahari cincin, terjadi pada 26 Desember 2019 pukul 12.18.11 WIB.
4. Gerhana bulan total, terjadi.pada 21 Januari 2019 pukul 09.37.09 WIB.
5. Gerhana bulan parsial, terjadi pada 17 Juli 2019 pukul 01.44.22 WIB.
Baca juga: Di Tahun 2022, Masyarakat Aceh Hanya Sekali Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total
- Pada tahun 2020 terjadi enam kali gerhana. Berupa, empat kali gerhana bulan dan dua kali gerhana matahari. Yakni :
1. Gerhana bulan penumbra pada 11 Januari 2019.
2. Gerhana bulan penumbra yang terjadi pada pada 6 Juni 2020.
3. Gerhana bulan penumbra, terjadi pada 5 Juli 2020.
4. Gerhana bulan penumbra, terjadi pada 30 November 2020.
5. Gerhana matahari cincin yang terjadi pada 22 Juni 2020 atau siang tadi.
6. Gerhana matahari total, terjadi pada 14 Desember 2020,.
- Pada tahun 2021, secara kajian ilmu falak, juga akan terjadi empat kali gerhana, yakni dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan. Yakni:
1. Gerhana bulan total, 26 Mei 2021.
2. Gerhana bulan parsial, 19 November 2021 M.
3. Gerhana matahari cincin, 10 Juni 2021 M atau 29 Syawal 1442 H.
4. Gerhana matahari total, 4 Desember 2021 M atau 29 Rabiul Akhir 1443 H. (*)
Baca juga: Bakal Terjadi Empat Kali Gerhana Pada Tahun 2022, Ini Hasil Kajian Falak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dosenfalak.jpg)