Kamis, 9 April 2026

Otsus

Ini Tiga Kunci Sukses Penyelenggaraan Otonomi Daerah

Menurutnya, leadership memiliki peran sentral di dalam organisasi. Selain itu, kepemimpinan juga merupakan variabel terpenting dalam menjalankan pemer

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mengungkapkan tiga kunci sukses penyelenggaraan otonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Suhajar dalam diskusi Government Visit (Go Visit) yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga yang mengusung tema “Reach Your Limit with Kemendagri” dan berlangsung secara virtual, Sabtu (14/5/2022).

Suhajar menuturkan, kunci sukses pertama yakni kepemimpinan kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menurutnya, leadership memiliki peran sentral di dalam organisasi. Selain itu, kepemimpinan juga merupakan variabel terpenting dalam menjalankan pemerintahan.

Rektor Unimal Pimpin FRA Bertemu Wapres Maruf Amin, Bahas Situasi Aceh mulai Otsus dan Revisi UUPA

“Faktor pemimpin memberikan variabel terbesar bagi kesuksesan sebuah organisasi, termasuk penyelenggaraan pemerintahan daerah,” terang Suhajar.

Kunci berikutnya yakni kapasitas pemerintahan daerah. Kapasitas tersebut dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung visi pemimpin di suatu daerah.

Hal ini juga bakal membantu menyukseskan terobosan kebijakan yang digagas kepala daerah.

Suhajar menekankan, faktor tersebut sangat penting, sebab jika kebijakan kepala daerah tidak diiringi dengan kapasitas yang memadai dari jajaran pemerintah daerah, dinilai akan menghambat berbagai terobosan yang dihasilkan.

Faktor ketiga yakni partisipasi dan kontrol dari masyarakat. Dalam hal ini, Suhajar mendorong masyarakat, terutama dari kalangan intelektual seperti mahasiswa agar berpartisipasi dan melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan.

Masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada pemerintah, baik di jajaran pemerintah pusat maupun di daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota.

Catatan Penting Safaruddin untuk Pon Yaya, Mulai Otsus, Narkoba, Kekerasan Seksual dan Kemiskinan

Suhajar mencontohkan, di masa silam terdapat kepala daerah yang menginisiasi terbentuknya smart city. Hal ini kemudian mendapatkan respons dan masukan dari masyarakat, utamanya mahasiswa.

Berbagai masukan tersebut kemudian mendorong terbentuknya layanan yang memudahkan masyarakat, terutama dalam layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Itu tadi kontrol dan partisipasi. Nah, kontrol kalau ada yang salah dikritik. Kira-kira seperti itu,” imbuh Suhajar pada forum yang dihadiri mahasiswa Universitas Airlangga tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved