Berita Aceh Timur
Disbudpar Aceh dan Pemkab Aceh Timur Gelar Pekan Seni Islami
Disbudpar Provinsi Aceh bekerjasama dengan Pemkab Aceh Timur, dan stakeholders terkait menggelar Pekan Seni Islami, selama dua hari 21-22 Mei 2022
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Provinsi Aceh bekerjasama dengan Pemkab Aceh Timur, dan stakeholders terkait menggelar Pekan Seni Islami, selama dua hari 21-22 Mei 2022, di Gedung Idi Sport Center (ISC) Aceh Timur.
Even yang mengusung tema "Aneuk Nanggro Peuwareh Budaya” ini dibuka oleh Bupati Aceh Timur, diwakili oleh Asisten Bidang Ekomoni dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Aiyub SKM, MSi, Sabtu kemarin.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kabid Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh Nur Laila Hamjah SSos, Kadisdikbud Saiful Basri SPd MPd, Ketua MPA Tgk Alauddin, Ketua MAA Tgk Abdul Manaf, Anggota DPRA Tgk Muhammad Yunus, Direktur Lentera Meurita Center (LMC), Dr Firman Dandy, Direktur GAMS Production, Riski Maulizar, dan sejumlah pihak lainnya.
Dalam sambutannya Asisten II Setdakab Aceh Timur, Aiyub mengatakan Pemkab Aceh Timur, sangat mengapresisi Disbudpar Aceh yang menyelenggarakan even Pekan Seni Islami yang merupakan even pertunjukan seni perdana di Aceh Timur dengan mengedepankan seni kebudayaan yang islami.
Baca juga: Cerita Anggota DPRA Pernah Dihadang Harimau Saat Melintas Gunung Kapur, Aceh Selatan
Pemkab Aceh Timur, juga mengucapkan terimakasih kepada GAMS Aceh, selaku even organizer yang telah berusaha keras menyukseskan Pekan Seni Islami dan Pameran Seni Kaligrafi yang dapat menjadi contoh bagi generasi pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya sebagai pemacu gairah generasi muda dalam menegakkan syiar Islam di Aceh dan khususnya di Aceh Timur.
Sementara itu, Kabid Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nur Laila Hamjah SSos, mengatakan pertunjukan Pekan Seni Islami ini untuk mendorong pelaku seni lebih kreatif, memiliki ruang tampil, dan mendukung kemajuan pelaku usaha industri, even organizer, komunitas, group dan para pihak lainnya.
"Di Aceh memiliki banyak kesenian, dan memiliki keunikan masing-masing yang menjadi kekayaan budaya kita, termasuk di Aceh Timur, memiliki banyak potensi Seni Islami.
Dan masyarakat kita konsisten memeliharanya meski pertunjukan sempat terhenti akibat Covid-19. Karena itu, untuk menjaga eksistensi nilai Seni Islami ini.
Kita turun ke daerah untuk mengadakan pertunjukan kesenian agar diketahui oleh masyarakat luas," ungkap Nur Laila, didampingi Staf Teknis Bahasa dan Seni DisbudparAceh, Faisal AMd.
Baca juga: Empat Pulau Aceh Dicaplok Sumut Sudah Mencuat Sejak 2017, Kenapa Sekarang Baru Heboh?
Pergelaran seni yang ditampilkan juga menyesuaikan seni dan budaya yang berkembang di daerah masing-masing.
"Tujuan lainnya kita tetap ingin mempertahankan dan terus mengembangkan semua potensi kesenian dan budaya yang ada di Aceh, agar tetap bernuasa Islami, " cetusnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekan-seni-islami-di-aceh-timur-2022.jpg)