Berita Aceh Utara
Suhu Panas Landa Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen, Begini Imbauan BMKG
Selama dua pekan terakhir, suhu panas melanda Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Bireuen.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Imran Thayib
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Selama dua pekan terakhir, suhu panas melanda Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Bireuen.
Kondisi tersebut terjadi berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Sehingga, BMKG Malikussaleh Aceh Utara mengidentifikasi adanya peningkatan suhu udara maksimum selama dua pekan terakhir di tiga wilayah.
Suhu udara maksimum tercatat mencapai 32-33 derajat celcius.
Kondisi ini tentu saja menyebabkan udara terasa sangat panas di siang hari dan gerah pada malam hari.
Kecuali itu, menggangu kenyamanan warga dalam beraktivitas.
Baca juga: Cuaca Sebagian Aceh Berpotensi Hujan, Berawan dan Cerah Berawan
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Jerman dan Spanyol
Baca juga: Cuaca Panas di Aceh Masih Suka Minum Es? Ternyata Ini 5 Bahayanya, Risiko Migrain hingga Radang
Baca juga: Catat! Enam Daerah Ini Akan Dilanda Hujan dan Berawan Selama 3 Hari Kedepan, Begini Prediksi BMKG
Kepala BKMG Malikuusaleh Aceh Utara, Siswanto kepada Serambinews, Senin (23/5/2022), menjelaskan, saat ini sedang memasuki periode musim kemarau yang menyebabkan minimnya tutupan awan.
Selain itu, jumlah uap air di atmosfer juga mulai berkurang dibandingkan saat musim hujan.
Menurut Siswanto, meningkatnya suhu dirasakan lebih panas pada bulan Mei 2022 ini sebenarnya adalah hal yang wajar.
"Dalam analisis data pengamatan selama 30 tahun terakhir. Pengamatan suhu udara di Stasiun Meteorologi Aceh Utara menunjukkan rata-rata suhu udara harian tertinggi adalah pada bulan Mei 2022."
"Hal itu memang terdapat pengaruh dari posisi gerak semu matahari, dan juga dominasi cuaca cerah pada awal hingga puncak musim kemarau," paparnya.
Secara klimatologis, sebut Siswanto, tingginya suhu udara di siang hari ini masih akan bertahan hingga bulan Juni 2022 mendatang.
Di mana biasanya menjadi puncak dari pada periode musim kemarau.
“Lalu, dengan memasuki periode musim kemarau. Masyarakat patut mewaspadai potensi munculnya kebakaran lahan yang biasanya terjadi pada periode musim kemarau ini,” ungkap Siswanto.
Munculnya potensi kebakaran lahan dapat diidentifikasi salah satunya menggunakan data pantauan titik panas (hotspot) .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cek-suhu-udara-oleh-bmkg-aceh-utara.jpg)