Bantuan Sosial
Bardan Sahidi Bantu Alat Olahraga dan Perlengkapan Belajar Santri Dayah Nurul Huda Atu Lintang
Dalam kunjungan itu, Bardan Sahidi disambut langsung oleh puluhan santri dan Pimpinan Dayah Nurul Huda Tengku Sukarno S.
Penulis: Romadani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Romadani I Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Anggota DPRA Bardan Sahidi memberi bantuan sejumlah sarana belajar dan alat olahraga bagi santri di Dayah Nurul Huda Kampung Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah.
Alat sarana belajar yang diberikan oleh Bardan Sahidi adalah tiga puluh meja belajar, sejumlah kitab dan bola volley yang diterima langsung oleh Pimpinan Pesantren Nurul Huda Tengku Sukarno S.
Penyerahan bantuan itu berketapan dengan masa reses II DPRA, Bardan Sahidi Fraksi PKS mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Huda di Aceh Tengah, Selasa (24/5/2022).
Dalam kunjungan itu, Bardan Sahidi disambut langsung oleh puluhan santri dan Pimpinan Dayah Nurul Huda Tengku Sukarno S.
• VIDEO Reses II DPRA, Bardan Sahidi Tanam Pohon di Objek Wisata Pematang Daling Aceh Tengah
Tengku Sukarno menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada santri yang ada di Pesantren Nurul Huda.
Ia menjelaskan, selama ini para santri belajar tidak menggunakan meja, ia hanya beralaskan tikar.
Bantuan meja tersebut sudah menjadi keinginan para santri.
Lanjut Tengku Sukarno, santrinya memang senang berolahraga. Namun, terkait tidak tersedianya bola volley kegitan olahraga terhenti beberapa bulan ke belakang.
"Memang sepertinya lapangan kita harus kita aktifkan kembali," kata Sukarno di hadapan para santrinya.
Tengku Sukarno menyampaikan saat ini santri di pondok pesantren tersebut berjumlah 45 orang dan paling jauh dari Aceh Timur.
"Alhamdulillah ya, semoga pondok pesantren ini terus eksis. Saat ini ada santri yang paling jauh dari Aceh Timur," kata Tengku Sukarno kepada Serambinews.com.
Anggota DPRA Bardan Sahidi mengatakan, melihat perkembangan Pondok Pesantren Nurul Huda semakin tahun santri terus bertambah.
Oleh Saba itu, kata Bardan akreditasi dari Badan Dayah Aceh diperlukan untuk kemudian dapat melengkapi infrastruktur, mobiler, sarana dan prasarana di pesantren tersebut.
"Alhamdulillah, beberapa kali kami silaturahmi kemari, menjadi hal menarik Dayah ini tetap bertahan menjadi Dayah salafiyah," kata Bardan.(*)