Berita Langsa
1.321 Ekor Sapi di Kota Langsa Positif Terpapar PMK, 551 Sembuh dan 6 Ekor Mati
Sementara update data hingga Selasa (24/5/2022), sebut Banta, ada sebanyak 1.321 ekor sapi milik masyarakat di Kota Langsa, dinyatakan positif PMK.
Laporan Zubi | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Hasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Medan terhadap sampel sapi di Kota Langsa dinyatakan bahwa hewan ternak itu positif terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Bahkan selain PMK, sejumlah sapi juga terkena atau positif terjangkit Lumpy Skin Diseses (LSD), yaitu penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Langsa, Banta Ahmad, SStPi, didampibgi Kabid Peternakan, drh Elga menyebutkan, hasil pengujian sampel sapi di laboratorium Balai Veteriner Medan dilaporkan positif PMK.
"Pemeriksaan di laboratorium atas uji sampel 8 ekor sapi yang telah dibawa petugas Balai Veteriner Medan berapa waktu lalu, sudah kita terima dan hasilnya sapi-sapi itu dinyatakan positif PMK," ujarnya.
Sementara update data hingga Selasa (24/5/2022) kemarin, sebut Banta, ada sebanyak 1.321 ekor sapi milik masyarakat di Kota Langsa, dinyatakan positif PMK.
Dari jumlah itu, 551 ekor sapi di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan yang mati 6 ekor, serta yang dipotong paksa oleh pemiliknya ada 1 ekor.
Baca juga: MPU Aceh: Ternak yang Terjangkit PMK tak Bisa untuk Kurban
Sapi yang dilaporkan sudah sembuh dari wabah PMK, beber dia, dikarenakan sebelumnya sapi tersebut cepat dilakukan pemberian antibiotik dan vitamin.
"Tapi sekarang stok antibiotik dan vitamin di DPPKP Kota Langsa sudah habis, serta yang ada dijual di pasaran juga sudah langka didapatkan oleh masyarakat," paparnya.(*)