Breaking News:

Berita Aceh Tengah

"Mungerje Bur Telege" Perhelatan Perkawinan Gayo di Alam Terbuka

Kegiatan bertajuk "Mungerje Bur Telege" ini merupakan yang pertama diselenggarakan sejak Bur Telege diresmikan sebagai kawasan wisata Aceh Tengah.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
"Mungerje Bur Telege" Perhelatan Perkawinan Gayo di Alam Terbuka 

Kegiatan bertajuk " Mungerje Bur Telege" ini merupakan yang pertama diselenggarakan sejak Bur Telege diresmikan sebagai kawasan wisata Aceh Tengah.

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Kawasan wisata Bur Telege, Kampung Hakim Bale Bujang, Aceh Tengah menjadi lokasi perhelatan "mungerje" atau pesta perkawinan adat Gayo, Sabtu  (28/5/2022).

Kegiatan bertajuk " Mungerje Bur Telege" ini merupakan yang pertama diselenggarakan sejak Bur Telege diresmikan sebagai kawasan wisata Aceh Tengah.

"Kami sedang mempersiapkan kegiatan resepsi pernikahan di Bur Telege.

Ini pengalaman pertama dan yang pertama di tempat ini," kata Reje Hakim Bale Bujang, Misriadi, Selasa (24/5/2022).

Pasangan pengantin yang menjadikan Bur Telege sebagai lokasi resepsi bernama Siti Afraghassani, SSi dan Livanny Welly Ticoalu, ST.

Pasangan ini lahir dan besar di Jakarta dan Medan.

Menjadikan Bur Telege sebagai lokasi perhelatan dimaksudkan sebagai bentuk dukungan pembangunan kepariwisataan Dataran Tinggi Gayo berbasis kelestarian alam dan budaya.

"Kami sama sekali terkejut saat disodorkan gagasan Bur Telege sebagai lokasi perhelatan perkawinan.

Sebab tidak pernah ada kegiatan seperti itu sebelumnya," kata Fauzul, Direktur BUMK Bur Telege yang menangani kegiatan "mungerje" tersebut.

Dalam " Mungerje Bur Telege" para tamu selain disuguhi pesona alam, atraksi budaya Gayo, juga disajikan kuliner khas Gayo seperti "pengat depik, jaher masam jing, dedah depik, cecah terong agur, jantar rebus taruk ni jepang," dan makanan khas Gayo lainnya. 

Fauzul mengatakan, seluruh kebutuhan makanan disediakan oleh BUMK Bur Telege.

"Bagi kami, ini pengalaman menakjubkan. Semoga ke depan akan berkembang, sehingga banyak pasangan pengantin menyelenggarakan perkawinan di lokasi ini," kata Fauzul.

Seniman Gayo, T Aga Renggali yang juga ambil bagian dalam perhelatan itu menyatakan, kalangan seniman sangat mendukung dan siap ambil bagian.

"Ini terobosan hebat, dan seniman siap memberi dukungan melalui karya-karya seninya," kata koreografer yang akrab dipanggil Aga.

Ia adalah pencetus awal penyelenggaraan Tari Guel 100 Penari di Aceh Tengah dan karya yang  sama ditampilkan dalam pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII 2018 di Banda Aceh. (*)
 

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved