Senin, 4 Mei 2026

Berita Subulussalam

17 CJH Subulussalam Ikut Manasik, Terbang ke Tanah Suci 19 Juni 2022, Ini Pesan Kakankemenag Juniazi

CJH asal Kota Subulussalam yang tergabung dalam kloter 5 BTJ Embarkasi Banda Aceh itu akan berangkat ke tanah suci 19 Juni 2022.

Tayang:
Penulis: Mursal Ismail | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Sebanyak 17 calon jamaah haji atau CJH asal Kota Subulussalam mengikuti manasik haji 25 - 30 Mei 2022. CJH asal Kota Subulussalam yang tergabung dalam kloter 5 BTJ Embarkasi Banda Aceh itu akan berangkat ke tanah suci 19 Juni 2022. Manasik haji ini dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kakankemenag Subulussalam, Juniazi SAg MPd, di Aula Kemenag Subulussalam, Rabu (25/5/2022) 

CJH asal Kota Subulussalam yang tergabung dalam kloter 5 BTJ Embarkasi Banda Aceh itu akan berangkat ke tanah suci 19 Juni 2022.

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Sebanyak 17 calon jamaah haji atau CJH asal Kota Subulussalam mengikuti manasik haji 25 - 30 Mei 2022. 

CJH asal Kota Subulussalam yang tergabung dalam kloter 5 BTJ Embarkasi Banda Aceh itu akan berangkat ke tanah suci 19 Juni 2022.

Manasik haji ini dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kakankemenag Subulussalam, Juniazi SAg MPd, di Aula Kemenag Subulussalam, Rabu (25/5/2022).

Juniazi dalam sambutannya mengatakan seluruh CJH ingin memperoleh haji mabrur. 

"Karena janji Allah tidak ada balasan haji mabrur, kecuali syurga. Dan untuk memperoleh haji marbur, itu tidak mudah," kata Juniazi. 

Baca juga: Ibadah Haji Metaverse Tidak Sah, Kalau Sekadar untuk Latihan Manasik Haji dan Umrah Tidak Apa-apa

Juniazi menyebutkan salah satu prasyarat memperoleh haji mabrur, setiap jamaah haji harus paham manasik haji secara utuh, sehingga perlunya pembelajaran bimbingan.

Menurut Juniazi, saat ini tuntutan masyarakat terhadap pelayanan haji yang berkualitas, semakin tinggi.

Hal ini seiring tingginya animo berhaji, termasuk soal manasik haji.

Oleh karena itu, Kementerian Agama sangat berkepentingan seluruh jamaah haji paham tentang manasik haji.

Baik itu bimbingan secara perorangan, kelompok, regu, dan berjamaah perlu terus dilakukan.

Baca juga: VIDEO Masjid Tgk Dianjong Peulanggahan, Pusat Manasik Haji Era Kesultanan Aceh

Menurut Juniazi, selama ini masih dijumpainya jamaah haji di Tanah Suci tidak tidak tahu apalagi yang harus dilakukan setelah melontar jumrah.

Kemudian setelah wukuf di Arafah, kemana lagi.

"Begitu pula saat thawaf dan sa'i, masih dijumpai ketua rombongan teriak-teriak, baca doa diikuti jamaahnya, dan seterusnya," kata Juniazi. 

Menurut Juniazi itu semua gagal paham. Tingkat pemahaman jamaah terhadap manasik masih kurang. Begitu pula, jamaah belum mandiri dalam beribadah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved