Breaking News:

Otomotif

Toyota Indonesia Usulkan Pembatasan Usia Mobil di Jalanan, Kepadatan dan Emisi Akan Berkurang

Toyota Indonesia mengusulkan aturan pembatasan usia mobil melaju di jalanan. Toyota beralasan, kebijakan itu akan dapat mengurangi kepadatan volume

Editor: M Nur Pakar
Kompas.com/Donny
Program berlangganan mobil Toyota, Kinto, selama perhelatan Jakarta Auto Week (JAW) 2022 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Toyota Indonesia mengusulkan aturan pembatasan usia mobil melaju di jalanan.

Toyota beralasan, kebijakan itu akan dapat mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalan dan menekan emisi gas buang yang dihasilkan.

Terlebih, Indonesia sudah menyampaikan komitmennya untuk dapat capai netralitas karbon alias Net Zero Emission pada 2060 mendatang, sebagai respons atas perubahan iklim dunia.

Demikian dikatakan Project General Manager Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing (TDEM) Indra Chandra, dalam seminar nasional bersama Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang belum lama ini.

"Di Indonesia memang belum terdapat policy end of life vehicle," ujarnya.

"Jadi lihat di jalan mobil seumur apapun masih bisa operasi," tambahnya.

Baca juga: Toyota Terapkan Strategi Triple Helix Menuju Indonesia Bebas Emisi Melalui Mobil Listrik

"Dan kita tahu itu tidak layak dalam tanda kutip, apalagi terkait safety dan emisi," katanya.

"Mungkin bersama-sama dengan stakeholder terkait, Toyota melihatnya kita perlu setuju dengan usulan agar kendaraan itu ada batasnya," lanjut Indra.

Namun diakui bahwa langkah tersebut tidak mudah.

Sehingga diperlukan berbagai insentif agar masyarakat lebih mudah melakukan penyegaran pada kendaraan pribadinya.

Atau bisa jadi, diberikan skema lebih baik agar pembatasan usia mobil ini tidak merugikan baik pada pihak masyarakat, industri, dan pemerintah.

Seperti, hadirnya skema perpajakan daur ulang mobil tua.

Baca juga: Toyota Akan Produksi Mobil Listrik Calya, Jika SDM Sudah Disiapkan Terlebih Dahulu

"Mekanisme di banyak negara, tidak hanya membatasi usia mobil tetapi diberikan insentif ketika orang ingin melakukan pembaharuan (membeli mobil kembali, menggantikan mobil lamanya)," ujar Indra.

"Kemudian mobil lama itu di recycling, komponen atau energi tentunya dimasukkan ke manufaktur," katanya lagi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Toyota Sebut Perlu Ada Pembatasan Usia Mobil di Indonesia"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved