Dampak Badai
Dampak Badai, UPTD PPS Kutaradja Lampulo tak Terbitkan Surat Izin Melaut untuk Nelayan
Pada pukul 19.00 WIB, tekanan angin akan berubah turun sesaat menjadi 10 knot/jam, tapi pada malam hari pukul 22.00 WIB, tekanan angin bakal
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Amin, salah seorang tekong boat yang dimintai penjelasannya mengatakan, kenpa sampai siang belum pergi melaut? ia menjawab, karena badai di tengah laut masih tinggi dan kalau tekanan angin berada pada kisaran 20 – 30 knot/jam, sangat berbahaya bagi boat-boat nelayan yang sedang melaut, makanya kami belum pergi melaut.
Namun begitu, lanjut Amin, menunggu badai reda di tengah laut, persiapan logistik untuk melaut terus dilakukan. Misalnya memasukkan es batang ke dalam tong boat, solar non subsidi ke dalam tangki mesin, elpiji untuk bahan bakar memasak di laut, terus dilakukan, begitu juga pengadaan makanan untuk awak kapal, seperti beras, sayuran, bumbu-bumbuan, buah-buahan, bersama lauk pauk lainnya, terus di pasok. Jadi, ketika angin badai di tengah laut, menurut perkiraan BMKG, sudah menurun, baru kita pergi melaut dan mengurus surat izin melaut kembali.
Dampak dari badai masih tinggi di tengah laut, kata seorang pedagang pengumpul ikan di PPS Kutaradja Lampulo, kata Murdani, mempengaruhi harga lelang ikan, jadi naik.
Ikan kualitas medium seperti ikan lisong dan tongkol krai maupun ikan kualitas premium, seperti ikan tuna dan ikan tongkol sirip kuning, akan bergerak naik. Tapi kenaikannya masih berada pada batas-batas normal. “ Ikan kualitas medium di lelang dengan harga Rp 15.000/Kg dan kualitas premium Rp 48.000/Kg,” ujar Murdani.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/melaut-8383.jpg)