Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Dampak Badai

Dampak Badai, UPTD PPS Kutaradja Lampulo tak Terbitkan Surat Izin Melaut untuk Nelayan

Pada pukul 19.00 WIB, tekanan angin akan berubah turun sesaat menjadi 10 knot/jam, tapi pada malam hari pukul 22.00 WIB, tekanan angin bakal

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Sejumlah boat tangkap ikan, masih bersandar di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo menunda melaut, karena badai masih sangat kuat dan kencang, Senin (30/5/2022). 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Fani menyatakan, sejak hari Minggu (29/5/2022), pihaknya tidak menerbitkan surat izin berlayar atau melaut kepada boat-boat tangkap ikan nelayan yang bermarkas di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh.

“Alasannya, dari hasil pemantauan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, tekanan angin badai di tengah laut, masih sangat tinggi mencapai 25 – 30 knot/jam. Untuk tekanan angin sebesar itu, sangat berbahaya bagi nelayan yang pergi melaut,” tegas Fani kepada Serambinews.com, Senin (30/5/2022).

Fani menjelaskan, sampai Senin Siang (30/5/2022) pukul 13.00 WIB, informasi yang diperoleh dari BMKG, tekanan angin di tengah laut masih tinggi berkisar 20 knot/jam. Pada pukul 16.00 WIB, tekanan angin di perkirakan masih tetap tinggi 20 knot/jam.

Badai Sebabkan 85 Rumah Hingga Toko di Aceh Besar Rusak Parah dan Ringan, 22 Titik Pohon Tumbang

Pada pukul 19.00 WIB, tekanan angin akan berubah turun sesaat menjadi 10 knot/jam, tapi pada malam hari pukul 22.00 WIB, tekanan angin bakal kembali naik lagi mencapai 30 knot/jam.

Karena, tekanan anginnya masih fluktuatif atau belum stabil, setiap tiga jam sekali mengalami perubahan, kata Fani, makanya setiap boat-boat nelayan yang mau melaut, surat izin melautnya, belum bisa diberikan dulu, karena tekanan angin di tengah laut masih sangat tinggi mencapai 30 knot dan itu bisa membahayakan keselamatan nelayan dan boat tangkap ikannya.

Jika tekanan angin di tengah laut sudah mencapai angka 30 knot/jam

Hasil Tangkapan Nelayan Lampulo Mulai Meningkat, Harga Lelang Ikan Normal

, ungkap Fani, ketinggian ombak di laut, dapat bisa mencapai 3 – 4 meter, dari kondisi normal nya sekitar 50 cm – 1 meter. Untuk ombak dengan ketinggian 3 - 4 meter, di tengah, sangat berbahaya untuk melaut dan kalaupun boat nelayan ada yang pergi melaut, hasil tangkapan ikannya dapat kita pastikan sedikit.

Menurut Fani, ikan juga mempunyai panca indra. Jika di permukaan laut tekanan anginnya sangat kencang, ikan akan berada di dasar laut, tidak akan naik ke permukaan laut.

Masa berlaku surat izin melaut itu, sebut Fani, 24 jam. Bila surat izin melautnya diterbitkan Senin (30/5) Siang pukul 13.00 WIB, matinya pada hari Selasa (31/5) pukul 13.00 WIB. Nelayan yang sudah mengambil surat izin melaut, karena badai di tengah laut masih tinggi, tidak jadi melaut, nelayan bisa mengusul permohonan izin melautnya, pada saat kondisi badai di tengah luat sudah kembali normal.

Sejak hari Minggu (29/5) kemarin, ungkap Fani,  hasil tangkapan boat-boat nelayan yang bermarkas di Kolam Dermaga I dan II PPS Kutaradja Lampulo, telah menurun. Boat yang masuk membongkar ikan, pada hari Minggu (29/5) dari 18 unit boat yang pulang melaut, total ikan hasil tangkapan melaut yang diperoleh sekitar 55,4 ton, atau rata-rata sekitar 3 ton/unit boat.

Sementara kalau tekanan kondisi angin di laut normal atau 5 – 10 knot/jam, di tengah laut, tidak ada ombak besar, boat-boat nelayan yang pulang dari melaut, bisa bawa ikan sekitar 10 – 15 ton/unit boat, bahkan ada yang mencapai 20 ton.

Jenis ikan yang dibawa pulang dari melaut, sebut Fani, ikan cakalang 22,2 ton, ikan selayang 21 ton, ikan lisong 780 Kg, tongkol krai 1,3 ton dan tuna/tongkol sirip kuning (yellow fin) 10,2 ton.

Harga lelang ikan, sebut Fina,  masih tinggi, terutama untuk ikan kualitas premium seperti tuna dan tongkol sirip kuning mencapai Rp 48.000/Kg, dan ikan kualitas medium seperti ikan lisong dan tongkol krai Rp 15.000/Kg.

Sementara itu, Serambi yang melakukan pemantauan ke lokasi dermaga I dan II PPS Kutaradja Lampulo, pada Senin siang, boat-boat nelayan, dari ukuran kecil 5 - 30 GT dan ukuran besar 31 -  100 GT lebih, banyak yang masih bersandar di dermaga PPS Kutaradja Lampulo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved